Showing posts with label geodesy. Show all posts
Showing posts with label geodesy. Show all posts

Saturday, December 29, 2012

Kerangka Kontrol Horizontal (Metode Pengukuran Poligon)

Metode poligon adalah salah satu cara penentuan posisi horizontal banyak titik dimana titik satu dengan yang lainnya dihubungkan satu sama lain dengan pengukuran sudut dan jarak sehingga membentuk rangkaian titik-titik (poligon).
 
 Pengukuran dan pemetaan poligon merupakan salah satu metode pengukuran dan pemetaan. Kerangka dasar horizontal yang bertujuan untuk memperoleh koordinat planimetris (x,y) titik-titik pengukuran.
Pengukuran Kerangka Dasar Horisontal (KDH) :
a. Metode titik tunggal
b. Pengikatan kemuka
c. Pengikatan kebelakang
Pengikatan kebelakang di bagi dua metode:
a. Metode collins
b. Metode cassini
c. Metode titik banyak
Banyak titik di bagi lima metode :
a. Metode poligon
b. Metode triangulasi
c. Metode trilaterasi
d. Metode triangulterasi
e. Metode kuadrilateral
Pengukuran polygon sendiri mengandung arti salah satu metode penentuan titik diantara beberapa metode penentuan titik yang lain. Berdasarkan bentuknya polygon dapat dibagi dalam dua bagian, diantaranya:
1. Polygon berdasarkan visualnya, macamnya adalah :
a. Polygon tertutup
 

Pada poligon tertutup :
- Garis-garis kembali ke titik awal, jadi membentuk segi banyak.
- Berakhir di stasiun lain yang mempunyai ketelitian letak sama atau lebih besar daripada ketelitian letak titik awal.
- Poligon tertutup memberikan pengecekan pada sudut-sudut dan jarak tertentu, suatu pertimbangan yang sangat penting.
- Titik sudut yang pertama = titik sudut yang terakhir.
Poligon tertutup biasanya dipergunakan untuk :
- Pengukuran titik kontur.
- Bangunan sipil terpusat.
- Waduk.
- Bendungan.
- Kampus UPI.
- Pemukiman.
- Jembatan (karena diisolir dari 1 tempat).
- Kepemilikan tanah.
- Topografi kerangka.
b. Polygon terbuka
 
(secara geometris dan matematis), terdiri atas serangkaian garis yang berhubungantetapi tidak kembali ke titik awal atau terikat pada sebuah titik dengan ketelitian sama atau lebih tinggi ordenya. Titik pertama tidak sama dengan titik terakhir.
Poligon terbuka biasanya digunakan untuk :
- Jalur lintas / jalan raya.
- Saluran irigasi.
- Kabel listrik tegangan tinggi.
- Kabel TELKOM.
- Jalan kereta api.
c. Polygon bercabang
Dilihat dari geometris, poligon terbagi menjadi 3, yaitu:
1. Poligon terikat sempurna
Dikatakan poligon terikat sempurna, apabila :
- Sudut awal dan sudut akhir diketahui besarnya sehingga terjadi hubungan antara sudut awal dengan sudut akhir.
- Adanya absis dan ordinat titik awal atau akhir.
- Koordinat awal dan koordinat akhir diketahui.
2. Poligon terikat sebagian.
Dikatakan poligon terikat sebagian, apabila :
- Hanya diikat oleh koordinat saja atau sudut saja.
- Terikat sudut dengan koordinat akhir tidak diketahui.
3. Poligon tidak terikat
Dikatakan poligon tidak terikat, apabila :
- Hanya ada titik awal, azimuth awal, dan jarak. Sedangkan tidak diketahui koordinatnya.
- Tidak terikat koordinat dan tidak terikat sudut.
Dilihat dari geometris, poligon terbagi menjadi 3, yaitu:
- Polygon terikat sempurna
- Polygon terikat sebagian
- Polygon tidak terikat
Untuk mendapatkan nilai sudut-sudut dalam atau sudut-sudut luar serta jarak-jarak mendatar antara titik-titik polygon diperoleh atau diukur dari lapangan menggunakan alat pengukur sudut dan pengukur jarak yang mempunyai tingkat ketelitian tinggi.
Pengolahan data polygon dikontrol terhadap sudut-sudut dalam atau luar polygon dan dikontrol terhadap koordinat baik absis maupun ordinat. Pengolahan data polygon dimulai dengan menghitung sudut awal dan sudut akhir dari titik-titik ikat polygon. kontrol sudut polygon diawali terlebih dahulu dilakukan yaitu untuk memperoleh koreksi sudut polygon dengan cara mengontroljumlah sudut polygon terhadap pengurangan sudut akhir dengan sudut awal polygon. Koreksi sudut polygon yang diperoleh kemudian dibagi secara merata tanpa bobot terhadap sudut-sudut polygon hasil pengukuran dan pengamatan di lapangan.
Sudut-sudut jurusan titik polygon terhadap titik polygon berikutnya mengacu terhadap sudut awal polygon dijumlahkan terhadap sudut polygon yang dikoreksi. Kontrol Koordinat berbeda dengan kontrol sudut yaitu koordinat akhir dan awal dikurangi serta dibandingkan terhadap jumlah proyeksinya terhadap absis dan ordinat. Koreksi absis dan ordinat akan diperoleh dan dibandingkan dengan mempertimbangkan bobot kepada masing-masin titik polygon. Bobot koreksi didekati dengan cara perbandingan jarak pada suatu ruas garis terhadap jarak total polygon dari awal sampai dengan akhir pengukuran.

Jenis-jenis Poligon
Berdasarkan bentuknya poligon dibagi dalam dua bagian, diantaranya :
Jenis Poligon secara Visual :
A. Poligon Tertutup
Polygon tertutup ialah poligon yang bermula dan berakhir pada satu titik yang sama. Poligon tertutup sering disebut poligon kring (kring poligon). Ditinjau dari segi pengkatannya (azimut dan koordinat), terdapat beberapa variasi seperti :
a) Tanpa ikatan
b) Terikat hanya azimut
c) Terikat hanya koordinat
d) Terikat azimut dan koordinat
Keuntungan dari poligon tertutup yaitu, walaupun tidak ada ikatan sama sekali, namun koreksi sudut dapat dicari dengan adanya sifat poligon tertutup yang jumlah sudut dalamnya sama dengan (n-2) 1000. Selain itu, terdapat pula koreksi koordinat dengan adanya konsekuensi logis dari bentuk geometrisnya bahwa jumlah selisih absis dan jumlah selisih ordinat sama dengan nol.
Keuntungan inilah yang menyebabkan orang senang bentuk polygon tertutup. Satu-satunya kelemahan polygon tertutup yang sangat menonjol ialah bahwa bila ada kesalahan yang proporsional dengan jarak (salah satu salah sistematis) tidak akan ketahuan, dengan kata lain walaupun ada kesalahan tersebut, namun polygon tertutup itu kelihatan baik juga. Jarak-jarak yang diukur secara elektronis sangat mudah dihinggapi kesalahan seperti itu, yaitu kalau ada kesalahan frekuensi gelombang.
Kelemahan poligon tertutup yaitu, bila ada kesalahan yang proporsional dengan jarak (salah satu salah sistematis) tidak akan ketahuan. Dengan kata lain, walaupun ada kesalahan, namun poligon tertutup kelihatan baik juga. Jarak-jarak yang diukur secara elektronis sangat mudah dihinggapi kesalahan seperti kesalahan frekuensi gelombang.
Pada Poligon Tertutup :
· Garis-garis kembali ke titik awal, jadi membentuk segi banyak.
Berakhir di stasiun lain yang mempunyai ketelitian letak sama atau lebih besar daripada ketelitian letak titik awal.
B. Poligon Terbuka
Yang dimaksud dengan polygon terbuka ialah polygon yang titik awal dan titik akhirnya merupakan titik yang berlainan (bukan satu titik yang sama). Polygon terbuka ini dapat kita bagi lebih lanjut berdasarkan peningkatan pada titik-titik (kedua titik ujungnya). Ada dua macam peningkatan untuk polygon terbuka ini yaitu :
- Peningkatan azimut
- Peningkatan koordinat
Berdasarkan peningkatan-peningkatan itu, maka polygon terbuka dapat dibagi lebih lanjut menjadi : 1. Tanpa ikatan sama sekali,
2. Pada salah satu ujung yang lain tanpa ikatan sama sekali,
3. Pada salah satu ujungnya terikat azimut saja, sedangkan pada ujung yang lain tanpa ikatan sama sekali,
4. Pada salah satu ujungnya terikat azimut dan koordinat, sedangkan pada ujung yang lain tanpa ikatan sama sekali,
5. Pada kedua ujungnya masing-masing terikat azimuth,
6. Pada salah satu ujungnya terikat koordinat, sedangkan ujung yang lain terikat azimuth
Pada kedua ujungnya masing-masing terikat koordinat ,
7. Pada salah satu ujungnya terikat azimut dan koordinat, sedangkan ujung yang lain terikat azimut saja,
8. Pada salah satu ujungnya terikat azimut dan koordinat, sedangkan ujung yang lain terikat koordinat
9. Pada kedua ujungnya masing-masing terikat baik azimut maupun koordinat.
10. Pada kedua ujungnya masing-masing terikat baik azimut maupun koordinat.

Saturday, March 20, 2010

Photogrammetry

Photogrammetry
Photogrammetry is the science of measurement by means of photographs. Photogrammetric surveying is the application of photogrammetry to the operations of finding and delineatingthe conturs,dimensions,positioning ,etc, of parts of the earth’s surface. The principles of photogrametry are applicable to the fields of archeology, architecture,astronomy,ballistic,criminology,geology,hydraulics,radiology,and other sciences, but the gratest Development of the science isi n the field of photogrametric surveying. The realization of photogrametry is the mathematical or graphical analysis of single or overlapping photographs.

As the image of actual objects appears displaced and are of proportionate size according to their distance and relative position within the range of vision of the eye, so do the scale and the position of objects in photographs vary according to their distance and position relative to the camera stadion. Photogrammetric surveying is accomplished by the measurrement of these differences in scale and displacements in position.

Photogrammetry is not a new science, but only recently has the knowledge of photogrammetric surveying become general. It is ascience gradually developer, whose basic principles and mathematical analysis have been known for about one hundred years. Its initial Development was slow because it grew as a Branch of a science of optics and photography and came only White the Development of Aviation .

A clear understanding of the meaning of the expressions used in photogrametric surveying is essential. Following are definitions of some of the more Common terms in current use:
An anaglyph is a picture printed or projected in complementary colors combining the two images of a stereoscopic pair and giving a stereoscopic image when viewed throught spectacles having filters of corresponding compementary colors.
A camera is a Chambers or a box in which the image of eksterior objects are projected upon a sensitized surface. An aerial camera is one specially designed for use in aircraft.

Surveying

SURVEYING
SURVEYING has to do with the determination of the relative location of points on or near the surface of the earth. It is the art of measuring horizontal and vertikal distance between objects, of measuring angels between lines, of determining the directions of lines, and establishing points by predetermined angular linear measurements .

Concomitant White the actual measurements of surveying are mathematical calculations. Distances, angels, directions, elevations, areas, and volumes are Thus determined from data of the survey. Also, much of the information of the survey is portrayed graphically by by the constructionof maps, profiles,cross-sections, and diagrams.

Thus the process of surveying may be divided into the field work of computing and drawing necessary to the purpose of establishing the boundaries of land, and such surveys are still the important work of many surveyors. Every construction project of any magnitude is based to a greater or less degree upon measurements taken during the progress of a surveys and is constructed about lines and points established by the surveyor.A side from land surveys, practically all surveys of a private nature and most of those conducted by public Agencies ore of assistance in the conception, desing, execution of engineering works.

For many years the goverment, and in some instances the individual states have conducted surveys over large areas for a variety of purpose. The principal works so far accomplished consists in the fixing of national and state boundaries, the precise location of definete reference points throught the country, the collection of valuable facts concering the earth’s magnetism at widely scattered stations,and the mappingof certain portions of the interior particulary near the seacoasts, along the principal River and Lakers, in the localities of valuable mineral deposits, and in the older and more thickly settled region.

Thus surveys are devided into Three classes : (1) those for the primary purpose of establishing the bondaries of land, (2) those providing information necessary for the contruction of public or private works, and (3) those of large extent and high precesion conducted by the goverments and to some extend by the states.

Wednesday, January 20, 2010

Lingkungan di UGM

Lingkungan Belajar
di UGM
Oleh Andhika Wahyu Pratama
09/286246/NT/13538
Fakultas Teknik D3 Geomatika


Universitas Gadjah Mada adalah salah satu Universitas yang memiliki kualitas yang tak diragukan lagi, baik dalam skala nasional maupun internasional.Selain itu Mahasiswa yang belajar di Universitas tersebut adalah pilihan, melalui persaingan ketat dan sulit untuk masuk menjadi bagian dari Mahasiswa UGM. Adalah sebuah kebanggaan bahwasanya memiliki putra-putri yang kuliah di Universitas favorit tersebut. Semua ini didukung oleh banyak pihak yang memiliki andil di tiap aspek-aspeknya.Sebut saja peranan dosen yang mengajar di masing-masing fakultas di UGM. Dosen-dosen luar biasa yang telah mencetak puluhan ribu bahkan mungkin sudah jutaan mahasiswa yang berhasil dan sukses karena kuliah di UGM. Selain itu ada faktor lain yang menjadikan Mahasiswa berprestasi, adalah faktor lingkungan di UGM yang mendukung suasana belajar.

Dari aspek fisik, lingkungan belajar di UGM memiliki sarana dan prasarana baik dan memadai. Letak dan penataan gedung maupun ruang merangsang minat Mahasiswa untuk belajar dan menyuguhkan rasa nyaman. Letak Fakultas yang di tempatkan di masing-masing kompleks menjadikan lingkungan belajar di UGM tidak penuh ataupun sesak.

Dari aspek sosial tak lain adalah adanya interaksi antar Mahasiswa melalui organisasi-organisasi atau lainnya yang mempertemukan banyak pemikiran dan ide dari masing-masing Mahasiswa yang hebat, dari sebuah aktifitas tersebut akan berkumpul para mahasiswa yang memiliki buah pemikiran yang menjadi masukan bagi orang lain.Dari segi sosial Mahasiswa UGM mampu berinteraksi kepada semua orang baik antar Mahasiswa, dosen, maupun masyarakat umum.

Dari aspek hayati adalah adanya tanaman-tanaman yang berfungsi untuk memperindah,menyejukkan dan ada yang digunakan sebagai penelitian dan pengembangbiakan ekosistem sekitar. UGM sebagai Universitas yang memiliki lingkungan yang baik dan senantiasa berada didepan untuk mendukung gerakan penghijauan.

Dari aspek akademis, Universitas Gadjah Mada memiliki aset yang berharga. Adanya perpustakaan di tiap masing-masing Fakultas menjadikan nilai plus tersendiri bagi Universitas terbaik di Indonesia. Kegiatan belajar para mahasiswa yang ditangani oleh para dosen yang memiliki pengalaman tinggi dalam hal mencetak mahasiswa yang bermutu adalah faktor dalam segi akademik ini.
Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa kegiatan belajar di lingkungan UGM ini akan berjalan lancar bilamana keempat aspek di atas berjalan lancar dan saling melengkapi satu sama lain.
By Andhika Wahyu Pratama
PPSMB susulan

Monday, January 18, 2010

Penerapan Matematika Terhadap Ukur Tanah

Survei adalah penerapan teknik matematika. Surveyor desain dan sistem mengamati pengamatan untuk menciptakan model matematika dari suatu proyek teknik. Model ini kemudian digunakan oleh profesi lain. Dalam beberapa cabang survei, para surveyor harus berusaha untuk menemukan solusi yang koheren untuk masalah yang melibatkan pencocokan data yang tercatat, prinsip-prinsip hukum, dan data diukur. Hal ini membutuhkan pengetahuan dalam berbagai disiplin ilmu termasuk matematika. Di bawah ini adalah contoh umum aplikasi dalam matematika untuk memecahkan masalah nyata.

Pengamatan survei tradisional terdiri dari sudut dan jarak ke titik. Sebagai contoh, asumsikan seorang surveyor yang direkrut untuk memetakan tapak sebuah bangunan. Ahli Geodesi bisa menggunakan tape untuk mengukur setiap sisi dan dengan tambahan sederhana menentukan perimeter. Namun hal ini akan meninggalkan pada setiap sudut sudut bangunan terukur. Karena tidak mungkin untuk menempati sudut-sudut bangunan untuk mengukur sudut, surveyor mendirikan sewenang-wenang, sistem koordinat lokal yang mengelilingi bangunan. Sumbu sistem koordinat ditentukan oleh satu baris dari apa yang dikenal sebagai traverse. Dalam sketsa di bawah ini, yang melintasi titik-titik A dan D yang digunakan untuk menentukan sumbu Y. Sumbu X adalah diberhentikan pada 90 derajat sehingga sebuah sistem koordinat XY didirikan. Poin yang tersisa di traverse, B dan C, ditempatkan sedemikian rupa sehingga semua sudut bangunan dapat dilihat. Para surveyor mengamati jarak dan sudut ke setiap sudut bangunan. Dalam sketsa berikut, dengan jarak 100 ft dan sudut 30 ° dari sumbu Y diukur pada koordinat A. Jika A adalah ditugaskan secara sewenang-wenang nilai-nilai dari X = 0,0 m dan Y = 0,0 ft, maka koordinat bangunan sudut 1 dapat ditentukan dengan memecahkan segitiga yang tepat untuk perubahan di X, DX, dan perubahan dalam Y, DY, menggunakan trigonometri. Demikian pula, koordinat 2 dan melintasi sudut titik B dapat ditentukan. Menggunakan koordinat dihitung setiap sudut bangunan, sudut-sudut bangunan di setiap sudut, jarak sepanjang setiap dinding, luas tapak, dan perimeter bangunan dapat ditentukan.



Ada banyak contoh yang serupa dengan yang satu ini yang digunakan dalam konstruksi dan batas survei. Dalam contoh ini bumi dianggap datar, atau pesawat terbang. Namun untuk survei besar (yang membentang lebih dari satu mil), kelengkungan bumi, medan gravitasi, dan refraksi atmosfer harus dipertimbangkan. Pengetahuan di bidang matematika, fisika, dan geodesi diperlukan untuk melakukan perhitungan ini. Sebuah pendidikan tinggi akan memberikan Anda dengan latar belakang, pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan untuk bekerja di survei, bidang matematika terapan.

Surveyor dan teknisi ukur tanah

Surveyor, kartografer, photogrammetrists, dan survei dan pemetaan teknisi bertanggung jawab untuk mengukur dan pemetaan permukaan bumi. Surveyor resmi menetapkan tanah, udara, dan air batas. Mereka menulis deskripsi tanah untuk perbuatan, sewa, dan dokumen-dokumen hukum lainnya; define wilayah udara untuk bandar udara; dan melakukan pengukuran konstruksi dan mineral situs. Surveyor lain menyediakan data tentang bentuk, kontur, lokasi, elevasi, atau dimensi tanah tanah atau fitur. Kartografer dan photogrammetrists mengumpulkan, menganalisis, menafsirkan, dan peta informasi geografis menggunakan data dari survei dan foto. Survai dan pemetaan teknisi membantu para profesional dengan mengumpulkan data di lapangan, membuat perhitungan, dan membantu dengan rancangan yang dibantu komputer. Kolektif, pekerjaan ini memainkan peran kunci dalam bidang informasi geospasial.

Surveyor mengukur jarak, arah, dan sudut antara titik pada, di atas, dan di bawah permukaan bumi. Di lapangan, mereka pilih dikenal survei titik referensi dan menentukan lokasi yang sesungguhnya dari fitur penting di daerah survei dengan menggunakan peralatan khusus. Surveyor juga penelitian catatan hukum, mencari bukti batas sebelumnya, dan menganalisis data untuk menentukan lokasi dari garis batas. Mereka kadang-kadang dipanggil untuk memberikan kesaksian ahli di pengadilan mengenai pekerjaan mereka atau karya surveyor lain. Surveyor juga merekam hasil mereka, memverifikasi keakuratan data, dan mempersiapkan plot, peta, dan laporan.

Beberapa surveyor melakukan fungsi-fungsi khusus yang mendukung pekerjaan surveyor lain, kartografer, dan photogrammetrists. Sebagai contoh, surveyor geodesi menggunakan teknik akurasi tinggi, termasuk satelit pengamatan, untuk mengukur area besar permukaan bumi. Geofisika calon pelanggan situs menandai surveyor untuk eksplorasi bawah permukaan, biasanya untuk mencari minyak bumi. Laut atau surveyor hidrografi survei pelabuhan, sungai, dan badan air lainnya untuk menentukan pantainya, topografi dasar, kedalaman air, dan fitur lainnya.

Surveyor menggunakan Global Positioning System (GPS) untuk menemukan titik referensi dengan presisi tinggi. Untuk menggunakan sistem ini, seorang surveyor tempat penerima sinyal satelit-alat kecil yang terpasang pada tripod pada titik yang dikehendaki, dan penerima lain pada titik yang diketahui posisi geografis. Penerima sekaligus mengumpulkan informasi dari beberapa satelit dan diketahui titik acuan untuk menetapkan posisi yang tepat. Penerima juga dapat ditempatkan di dalam kendaraan untuk melacak jalan keluar sistem. Karena sekarang penerima datang dalam berbagai ukuran dan bentuk, dan karena biaya receiver telah jatuh, jauh lebih mengamati bekerja dapat dilakukan dengan GPS. Surveyor kemudian menafsirkan dan memeriksa hasil yang dihasilkan oleh GPS.

Pengukuran di lapangan sering diambil oleh pihak survei yang mengumpulkan informasi yang dibutuhkan oleh surveyor. Sebuah survei khas pesta pesta terdiri dari kepala dan satu atau lebih pengukuran teknisi dan pembantu. Ketua partai, yang mungkin baik seorang surveyor atau survei senior teknisi, mengarah sehari-hari aktivitas kerja. Survei teknisi membantu pihak kepala dengan menyesuaikan dan operasi instrumen survei, seperti total station, yang mengukur dan catatan sudut dan jarak secara simultan. Survei teknisi mengkompilasi catatan, membuat sketsa, dan masukkan data yang diperoleh dari instrumen survei ke komputer, baik di lapangan atau di kantor.

Photogrammetrists dan kartografer mengukur, peta, dan memetakan permukaan bumi. Pekerjaan mereka melibatkan segala sesuatu dari geografis melakukan penelitian dan mengumpulkan data untuk menghasilkan peta. Mereka mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan data spasial baik seperti lintang, bujur, ketinggian, dan jarak-dan data-nonspatial seperti kepadatan penduduk, pola penggunaan lahan, tingkat curah hujan tahunan, dan karakteristik demografi. Peta mereka dapat memberikan fisik dan karakteristik sosial tanah. Mereka menyiapkan baik peta dalam bentuk digital atau grafis, dengan menggunakan informasi yang disediakan oleh survei geodesi dan penginderaan jarak jauh systems termasuk kamera udara, satelit, lampu-pencitraan deteksi dan mulai (LIDAR), atau teknologi lainnya.

LIDAR menggunakan laser yang melekat pada pesawat dan peralatan lainnya untuk digital peta topografi Bumi. Hal ini sering kali lebih akurat daripada metode survei tradisional dan juga dapat digunakan untuk mengumpulkan data bentuk lain, seperti lokasi dan kepadatan hutan. Data dikembangkan oleh LIDAR dapat digunakan oleh surveyor, kartografer, dan photogrammetrists untuk memberikan informasi spasial untuk ahli geologi, seismologi, kehutanan, konstruksi, dan bidang lainnya.

Sistem Informasi Geografis (GIS) telah menjadi alat yang tak terpisahkan untuk surveyor, kartografer, photogrammetrists, dan teknisi survai dan pemetaan. Pekerja menggunakan GIS untuk mengumpulkan, mengintegrasikan, menganalisis, dan menampilkan data tentang lokasi dalam format digital. Mereka juga menggunakan GIS untuk mengumpulkan informasi dari berbagai sumber. GIS biasanya digunakan untuk membuat peta yang menggabungkan informasi yang berguna untuk studi lingkungan, geologi, teknik, perencanaan, bisnis pemasaran, dan disiplin lainnya. Lebih sebagai sistem ini dikembangkan, banyak spesialis pemetaan dipanggil informasi geografis spesialis.

Lingkungan kerja. Survei surveyor dan teknisi biasanya bekerja 8 jam sehari, 5 hari seminggu dan mungkin menghabiskan banyak waktu di luar rumah. Kadang-kadang, mereka bekerja lebih lama selama musim panas, ketika cuaca dan kondisi cahaya yang paling cocok untuk kerja lapangan. Pekerjaan yang terkait dengan konstruksi mungkin terbatas selama masa cuaca buruk.

Surveyor dan teknisi terlibat dalam aktif, kadang-kadang berat, bekerja. Mereka sering berdiri untuk waktu yang lama, berjalan cukup jauh, dan mendaki bukit dengan bungkus berat instrumen dan peralatan lainnya. Mereka juga dapat diekspos ke semua jenis cuaca. Traveling kadang-kadang bagian dari pekerjaan, dan surveyor dan teknisi mungkin perjalanan jarak jauh, tinggal jauh dari rumah semalam, atau relokasi sementara di dekat situs survey. Surveyor juga bekerja di dalam ruangan sementara perencanaan survei, mencari perbuatan catatan pengadilan untuk informasi, menganalisis data, dan pembuatan laporan dan peta.

Photogrammetrists kartografer dan menghabiskan sebagian besar waktu mereka di kantor menggunakan komputer. Namun, pekerjaan tertentu mungkin memerlukan kerja lapangan luas untuk memverifikasi hasil dan memperoleh data.

Land surveyor sering melakukan pengukuran di lapangan.
Land surveyor sering melakukan pengukuran di lapangan.
Pelatihan, Other Kualifikasi, dan Memajukan Tentang bagian ini

Kebanyakan surveyor, kartografer, dan photogrammetrists memiliki gelar sarjana dalam survei atau bidang terkait. Setiap Negara akan mengharuskan surveyor berlisensi.

Pendidikan dan pelatihan. Di masa lalu, banyak orang dengan sedikit pelatihan formal dimulai sebagai anggota kru survei dan bekerja dengan cara mereka hingga menjadi surveyor berlisensi, namun hal ini telah menjadi semakin sulit. Sekarang, paling surveyor membutuhkan gelar sarjana. Sejumlah universitas yang menawarkan program gelar bachelor dalam meneliti, dan banyak perguruan tinggi, lembaga teknis, dan sekolah kejuruan menawarkan 1-tahun, 2-tahun, dan program 3-tahun dalam meneliti atau teknologi survei.

Photogrammetrists kartografer dan biasanya memiliki gelar sarjana dalam kartografi, geografi, survei, teknik, kehutanan, ilmu komputer, atau ilmu fisik, meskipun beberapa masukkan posisi ini setelah bekerja sebagai teknisi. Dengan perkembangan GIS, kartografer dan photogrammetrists memerlukan lebih banyak pendidikan dan keterampilan teknis yang kuat-termasuk lebih banyak pengalaman dengan komputer-daripada di masa lalu.

Kebanyakan kartografi dan teknisi photogrammetric juga memiliki postsecondary khusus pendidikan. Siswa SMA tertarik dalam survai dan pemetaan harus mengambil mata kuliah aljabar, geometri, trigonometri, penyusunan, mekanik menggambar, dan ilmu komputer.

Lisensi. Semua 50 Serikat dan semua lisensi surveyor teritori AS. Untuk lisensi, sebagian besar perizinan papan Negara mengharuskan individu melewati serangkaian ujian tertulis yang diberikan oleh Dewan Nasional Ujian untuk Teknik dan Survei (NCEES). Setelah melewati ujian pertama, yang Fundamentals of Surveying, sebagian besar calon bekerja di bawah pengawasan seorang surveyor berpengalaman selama 4 tahun sebelum mengambil ujian kedua, Prinsip dan Practice of Surveying. Selain itu, sebagian besar Serikat juga membutuhkan surveyor untuk lulus ujian tertulis yang disiapkan oleh dewan lisensi Negara.

Persyaratan tertentu untuk pelatihan dan pendidikan bervariasi antara Serikat. Peningkatan jumlah Serikat memerlukan gelar sarjana dalam survei atau dalam bidang terkait erat, seperti teknik sipil atau kehutanan, terlepas dari jumlah tahun pengalaman. Beberapa negara memerlukan tingkat berasal dari sekolah diakreditasi oleh Badan Akreditasi Rekayasa dan Teknologi (ABET). Kebanyakan Serikat juga memiliki persyaratan pendidikan berkelanjutan.

Selain itu, sejumlah Serikat memerlukan kartografer dan harus photogrammetrists izin sebagai surveyor, dan beberapa Negara memiliki lisensi khusus untuk photogrammetrists.

Kualifikasi lain. Surveyor, kartografer, dan harus mampu photogrammetrists untuk memvisualisasikan objek, jarak, ukuran, dan bentuk-bentuk abstrak. Mereka harus bekerja dengan presisi dan akurasi karena kesalahan dapat mahal. Survai dan pemetaan adalah operasi koperasi, sehingga kemampuan interpersonal yang baik dan kemampuan untuk bekerja sebagai bagian dari sebuah tim adalah penting.

Sertifikasi dan kemajuan. Lulusan sekolah menengah tanpa pelatihan formal dalam meneliti biasanya mulai sebagai murid. Pemula dengan sekolah postsecondary pelatihan dalam meneliti biasanya dapat memulai sebagai teknisi atau asisten. Dengan on-the-pengalaman kerja dan pendidikan formal dalam survei-baik dalam program kelembagaan atau dari sekolah-pekerja korespondensi dapat maju ke survei senior teknisi, lalu ke ketua partai. Tergantung pada persyaratan lisensi Negara, mereka dapat maju ke berlisensi surveyor dalam beberapa kasus.

The National Society of Professional Surveyors, sebuah organisasi anggota Kongres Amerika Survei dan Pemetaan, memiliki program sertifikasi sukarela untuk survei teknisi. Teknisi yang bersertifikat pada empat tingkat jumlah progresif membutuhkan pengalaman dan lulus ujian tertulis. Meskipun Negara tidak diperlukan untuk lisensi, banyak perusahaan membutuhkan sertifikasi untuk promosi untuk posisi dengan tanggung jawab yang lebih besar.

The American Society for Fotogrametri dan Remote Sensing (ASPRS) memiliki program sertifikasi sukarela untuk teknisi dan profesional di Fotogrametri, penginderaan jauh, dan GIS. Untuk memenuhi syarat untuk perbedaan profesional ini, individu harus memenuhi pengalaman kerja dan standar pelatihan dan lulus ujian tertulis. Pengakuan profesional melimpahkan sertifikasi ini dapat membantu pekerja mendapatkan promosi.
Ketenagakerjaan Tentang bagian ini

Surveyor, kartografer, photogrammetrists, dan teknisi diadakan survei tentang 147.000 pekerjaan pada tahun 2008. Pekerjaan didistribusikan oleh pekerjaan khusus sebagai berikut:

Survei dan pemetaan teknisi 77.000
Surveyor 57.600
Kartografer dan photogrammetrists 12.300

Arsitektur, teknik, dan industri jasa terkait-termasuk perusahaan-perusahaan yang menyediakan jasa survei dan pemetaan industri lain atas dasar kontrak yang disediakan 7 dari 10 pekerjaan untuk para pekerja ini. Federal, negara, dan lembaga-lembaga pemerintahan lokal diberikan sekitar 15 persen dari pekerjaan ini. Pemerintah Federal utama pengusaha adalah US Geological Survey (USGS), yang Bureau of Land Management (BLM), Badan Administrasi Kelautan dan Atmosfer, Dinas Kehutanan Amerika Serikat, dan Korps Zeni Angkatan Darat. Kebanyakan surveyor di Negara dan pemerintah daerah bekerja untuk jalan raya perkotaan departemen atau badan-badan perencanaan dan pembangunan kembali. Perusahaan utilitas juga mempekerjakan surveyor, kartografer, photogrammetrists, dan survei teknisi.
Job Outlook Tentang bagian ini

Pekerjaan ini harus pengalaman lebih cepat dari rata-rata pertumbuhan lapangan kerja. Surveyor, kartografer, dan photogrammetrists yang memiliki gelar sarjana dan keterampilan teknis yang kuat harus memiliki prospek pekerjaan yang menguntungkan.

Perubahan pekerjaan. Kerja dari surveyor, kartografer, photogrammetrists, dan teknisi survai dan pemetaan diharapkan tumbuh 19 persen 2008-2018, yang lebih cepat daripada rata-rata untuk semua pekerjaan. Peningkatan permintaan untuk cepat, akurat, dan lengkap informasi geografis akan menjadi sumber utama pertumbuhan pekerjaan.

Peningkatan jumlah perusahaan yang tertarik pada informasi geografis dan aplikasi. Sebagai contoh, GIS dapat digunakan untuk membuat peta dan informasi yang digunakan dalam perencanaan darurat, keamanan, pemasaran, perencanaan kota, eksplorasi sumber daya alam, konstruksi, dan aplikasi lainnya. Juga, meningkatnya popularitas sistem pemetaan online interaktif dan perangkat GPS telah menciptakan permintaan yang lebih tinggi dan kesadaran digital saat ini dan informasi geografis yang akurat di antara para konsumen.

Pertumbuhan di bidang konstruksi yang berasal dari peningkatan populasi dan terkait perlu upgrade infrastruktur bangsa akan menyebabkan pertumbuhan untuk surveyor dan survei teknisi yang memastikan bahwa proyek-proyek yang diselesaikan dengan tepat dan sesuai dengan rencana asli. Para pekerja ini biasanya pertama dalam pekerjaan untuk setiap proyek konstruksi besar, dan mereka memberikan informasi dan rekomendasi untuk insinyur, arsitek, kontraktor, dan profesional lain dalam semua tahap proyek konstruksi.

Prospek kerja. Selain pembukaan dari pertumbuhan, lowongan kerja akan terus muncul dari kebutuhan untuk menggantikan pekerja yang transfer ke pekerjaan lain atau yang meninggalkan tenaga kerja sama sekali. Banyak kartografer dan surveyor mendekati usia pensiun. Surveyor, kartografer, dan photogrammetrists yang memiliki gelar sarjana dan keterampilan teknis yang kuat harus memiliki prospek pekerjaan yang menguntungkan.

Kesempatan untuk surveyor, kartografer, photogrammetrists, dan teknisi harus tetap terkonsentrasi di teknik, pengukuran, pemetaan, inspeksi bangunan, dan penyusunan perusahaan jasa. Peningkatan permintaan untuk data geografis, sebagai lawan dari layanan survey tradisional, akan berarti kesempatan yang lebih baik untuk pemetaan teknisi dan profesional yang terlibat dalam pengembangan dan penggunaan GIS dan pembuatan peta digital.

Permintaan jasa survei tradisional sangat terikat pada kegiatan konstruksi dan kesempatan akan bervariasi menurut tahun dan kawasan geografis, tergantung pada kondisi ekonomi lokal. Selama resesi, ketika penjualan real estat dan konstruksi melambat, surveyor dan mengamati teknisi mungkin menghadapi persaingan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih besar dan kadang-kadang PHK. Namun, karena para pekerja ini dapat bekerja di berbagai jenis proyek, mereka mungkin telah mantap pekerjaan daripada pekerja lain ketika konstruksi melambat.

ACCORDING TO STANDARD GEOGRAPHICAL BAKOSURTANAL INDONESIA

Definition Map

Map is a picture of the natural elements and human or artificial, which is above or below the earth's surface depicted on a flat area with a certain scale.


Types of maps, including:
a. base map;
b. map of the area; and
c. thematic map of the area

-Type map must have the characteristics of a certain map accuracy.
-Characteristics of precision accuracy of the map became the basis for map-making spatial plans.
Accuracy of spatial map for the region is determined based on the minimum scale necessary to reconstruct the information on the map of the earth

Base map, using the reference system according to the National Geodetic Datum 1995, Transverse Mercator projection system (TM) with a grid system of Universal Transverse Mercator (UTM) and the numbering system of the national map sheet. Base map is used as a basis for making the map of
Map of the area used as the basis for making thematic maps and maps of the area spatial plan. Thematic maps depicted areas based on criteria, classification and specification of thematic elements defined by the institution that held a thematic map wilayah.Peta spatial plan described by the elements of the map area and map elements of spatial planning

Accuracy Level Plan Map

Map of the territory of Indonesia as referred to in Article 10, based on a minimal scale accuracy 1:1.000.000.
Map of Indonesia territory 1:1.000.000 scale elements include:
a. shoreline;
b. hydrographic, sea and form elements in the waters of the coast, rivers,
lake, reservoir or dam is described by the scale for the width
at least 125 meters;
c. settlement, a town;
d. transportation network, in the form of highways, arterial roads, collector roads, roads
trains, other roads, airports, ports;
e. administrative boundaries, boundaries of the state, provincial boundaries, district boundaries, city limits, and
f. the names of geographical elements


Map of the province region referred to in Article 15, based on a minimum accuracy level of scale 1: 250,000.
Map of the province region with a 1:250.000 scale elements include:
a. shoreline;
b. hydrographic, sea and form elements in the waters of the coast, rivers,
lake, reservoir or dam is described by the scale for the width
at least 35 meters;
c. settlements;
d. transportation network, in the form of highways, arterial roads, collector roads, roads
trains, other roads, airports, ports;
e. administrative boundaries, boundaries of the state, provincial boundaries, district boundaries, city limits;
f. contour lines, contour intervals of 125 meters has multiples;
g. high point, and
h. the names of the geographical element.

Map of district territory as referred to in Article 22 based on a minimum accuracy level of 1:100,000 scale.
Map of district territory with 1:100.000 scale elements include:
a. shoreline;
b. hydrographic, sea and form elements in the waters of the coast, rivers, lakes, reservoirs or dams are drawn to scale to a minimum width of 15 meters;
c. settlements;
d. transportation network, in the form of highways, arterial roads, collector roads, other roads, railways, airports and ports; airports described in accordance with the scale;
e. administrative boundaries, boundaries of the state, provincial boundaries, district boundaries, district boundaries of the city, district boundaries;
f. contour lines, contour intervals of 50 meters have multiples;
g. high point, and
h. the names of the geographical element.

Map of the city region, based on a minimum accuracy level of 1:50,000 scale.
Map of the city region with a 1:50,000 scale, the elements include:
a. shoreline;
b. hydrographic, sea and form elements in the waters of the coast, rivers, lakes, reservoirs or dams are drawn to scale to a minimum width of 7 meters;
c. settlements;
d. transportation network, in the form of highways, arterial roads, collector roads, other roads, railways, paths, airports and ports; airports described in accordance with the scale;
e. administrative boundaries, boundaries of the state, provincial boundaries, district boundaries, city limits, district boundary;
f. contour lines with contour intervals of opportunities have looked 25 yards;
g. high point, and
h. the names of the geographical element.

Sunday, January 17, 2010

Methods of positioning with GPS In Indonesia

-In principle there are 2 methods of positioning, absolute positioning (absolute positioning) and the differential positioning
-Determination of the absolute position of the positioning independently, meaning the position of the point directly derived from the satellite position
-Determination of the differential positions among others:
* Static
* Rapid Static
* Radial
* Stop and Go
* Kinematic
* Real Time Kinematic (RTK)

Position Determination of differentially

- What is measured is the distance between the observation point 2 ataulebih. The distance between the 2 observation points (stations) are often called the base line or BASE LINE

- Methods of observation can be done: Single Difference, Difference or Tripple Doble difference

Friday, January 8, 2010

DEFINISI THEODOLITE :

Dalam bidang survey pemetaan dan pengukuran tanah telah banyak dibuat peralatan mengukur sudut,baik digunakan untu mengukur sudut atau didesain untuk keperluan lain. Alat untuk mengukur sudut dalam bidang pengukuran tanah dikenal dengan nama transit atau theodolite. Walaupun semua theodolit mempunyai mekanisme kerja yang sama, namun pada tingkatan tertentu terdapat perbedaan baik penampilan, bagian dalamnya dan konstruksinya. Theodolite adalah alat ukur optis untuk mengukur sudut vertikal dan horizontal,merupakan alat untuk meninjau dan merencanakan kerja.untuk mengukur tempat yang tak dapat dijangkau dengan berjalan. Sekarang theodolit juga sudah digunakan dalam bidang meteorologi dan teknologi peluncuran roket.
Theodolite modern terdiri atas teleskop yang dapat dipindah-pindahkan terpasang dalam dua tegaklurus axes the horisontal atau trunnion poros, dan poros vertikal. Jika teleskop menunjuk ke benda yang diinginkan, sudut masing-masing poros ini bisa diukur dengan ketepatan yang sangat teliti, biasanya atas skala “arcseconds”.
"Transit" mulai dikembangkan menjadi alat dalam bentuk theodolit, dan mulai diperkembangkan di awal abad ke-19. Bacaan pada teleskop memungkinkan kesalahan pembacaan sudut dan bacaan jarak, dengan mengubah skrup penggerak halus, maka bacaan pada lensa obyektif akan semakin jelas sehingga dapat mengurangi kesalahan. Beberapa alat transit dapat membaca sudut secara langsung ke tiga puluh arcseconds. Di pertengahan abad ke20, "transit" mulai kembali diubah dengan acuan pada bentuk sederhana theodolite dengan sedikit ketepatan, kekurangan roman seperti kerak magnification dan meteran mesin. Pada zaman sekarang, transit sudah mulai jarang digunakan, karena theodolite digital mulai dikembangkan dan lebih mudah dalam penggunaannya serta tingkat akurasi dan ketelitian pembacaan sudutnya lebih akurat dan teliti, tetapi transit masih digunakan sebagai alat untuk mengukur pada jarak yang cakupannya tidak begitu luas. Beberapa transit tidak dapat digunakan untuk mengukur sudut vertikal, alat tersebut dinamakan Pesawat Penyipat Datar (PPD).

Pengertian Theodolite :

Theodolite atau theodolit adalah instrument / alat yang dirancang untuk menentukan tinggi tanah pengukuran sudut yaitu sudut mendatar yang dinamakan dengan sudut horizontal dan sudut tegak yang dinamakan dengan sudut vertical. Dimana sudut – sudut tersebut berperan dalam penentuan jarak mendatar dan jarak tegak diantara dua buah titik lapangan. Teodolit merupakan salah satu alat ukur tanah yang digunakan untuk menentukan sudut mendatar dan sudut tegak. Sudut yang dibaca bisa sampai pada satuan sekon ( detik ).
Dalam pekerjaan – pekerjaan ukur tanah, teodolit sering digunakan dalam pengukuran polygon, pemetaan situasi maupun pengamatan matahari. Teodolit juga bisa berubah fungsinya menjadi seperti PPD bila sudut vertikalnya dibuat 90°. Dengan adanya teropong yang terdapat pada teodolit, maka teodolit bisa dibidikkan ke segala arah. Untuk pekerjaan-pekerjaan bangunan gedung, teodolit sering digunakan untuk menentukan sudut siku-siku pada perencanaan / pekerjaan pondasi, juga dapat digunakan untuk mengukur ketinggian suatu bangunan bertingkat.
Theodolitemerupakan alat yang paling canggih di antara peralatan yang digunakan dalam survei. Pada dasarnya alat ini berupa sebuah teleskop yang ditempatkan pada suatu dasar berbentuk membulat (piringan) yang dapat diputar-putar mengelilingi sumbu vertikal, sehingga memungkinkan sudut horisontal untuk dibaca. Teleskop tersebut juga dipasang pada piringan kedua dan dapat diputar-putar mengelilingi sumbu horisontal, sehingga memungkinkan sudut vertikal untuk dibaca. Kedua sudut tersebut dapat dibaca dengan tingkat ketelitian sangat tinggi.
Teleskop pada theodolite dilengkapi dengan garis vertikal, stadia tengah, stadia atas dan bawah, sehingga efektif untuk digunakan dalam tacheometri, sehingga jarak dan tinggi relatif dapat dihitung. Dengan pengukuran sudut yang demikian bagus, maka ketepatan pengukuran yang diperoleh dapat mencapai 1 cm dalam 10 km. Pada saat ini alat seperti alat theodolit sudah diperbaiki dengan menambahkan suatu komponen elektronik. Komponen ini akan menembakkan beam ke objek yang direfleksikan kembali ke mesin melalui cermin. Dengan menggunakan komponen alat survey seperti alat theodolit tersebut pengukuran jarak dan tinggi relatif hanya berlangsung beberapa detik saja. Bila komponen tersebut ditempatkan pada bagian atas alat theodolite, maka disebut electronic distance measurers (edm), namun bila merupakan satu unit tersendiri maka disebut automatic level atau theodolite total station.

Persyaratan pengoperasian theodolite :

Syarat – syarat utama yang harus dipenuhi alat theodolite sehingga siap dipergunakan untuk pengukuran yang benar adalah sbb :
1.Sumbu ke I harus tegak lurus dengan sumbu II / vertical ( dengan menyetel nivo tabung dan nivo kotaknya ).
2.Sumbu II harus tegak lurus Sumbu I
3.Garis bidik harus tegak lurus dengan sumbu II (Sumbu II harus mendatar).
4.Tidak adanya salah indeks pada lingkaran kesatu (kesalahan indek vertical sama dengan nol.)
5.Apabila ada nivo teropong, garis bidik harus sejajar dengan nivo teropong.
6.Garis jurusan nivo skala tegak, harus sejajar dengan garis indeks skala tegak
7.Garis jurusan nivo skala mendatar, harus tegak lurus dengan sumbu II ( Garis bidik tegak lurus sumbu kedua / mendatar).

Syarat pertama harus dipenuhi setiap kali berdiri alat (bersifat dinamis), sedangkan untuk syarat kedua sampai dengan syarat kelima bersifat statis dan pada alat-alat baru dapat dihilangkan dengan merata-rata bacaan biasa dan luar biasa.

C. Jenis Theodolite

Macam teodolit berdasarkan konstruksinya, dikenal dua macam yaitu :
1. Teodolit Reiterasi ( Teodolit Sumbu Tunggal )
Dalam teodolit ini, lingkaran skala mendatar menjadi satu dengan
kiap, sehingga bacaan skala mendatarnya tidak bisa diatur.Teodolit yang termasuk ke dalam jenis ini adalah teodolit type To ( Wild ) dan type DKM-2A( Kern ).
2. Teodolit Repetisi
Konstruksinya kebalikan dengan teodolit reiterasi, yaitu bahwa lingkaran mendatarnya dapat diatur dan dapat mengelilingi sumbu tegak ( sumbu I ).Akibat dari konstruksi ini, maka bacaan lingkaran skala mendatar 0, dapat ditentukan ke arah bidikkan / target yang dikehendaki. Teodolit yang termasuk ke dalam jenis ini adalah teodolit type TM 6 dan TL 60-DP ( Sokkisha ), TL 6-DE (Topcon), Th-51 ( Zeiss ).

Macam teodolit menurut sistem pembacaannya :
1.Teodolit sistem bacaan dengan Index Garis
2.Teodolit sistem bacaan dengan Nonius
3.Teodolit sistem bacaan dengan Micrometer
4.Teodolit sistem bacaan dengan Koinsidensi
5.Teodolit sistem bacaan dengan Digital

Macam teodolit menurut skala ketelitian :
1.Teodolit Presisi ( Type T3 / Wild )
2.Teodolit Satu Sekon ( Type T2 / Wild )
3.Teodolit Sepuluh Sekon ( Type TM-10C / Sokkisha )
4.Teodolit Satu Menit ( Type To / Wild )
5.Teodolit Sepuluh Menit ( Type DK-1 / Kern )

d. Nama-nama bagian theodolit :
Secara umum, konstruksi teodolit terbagi atas tiga bagian :
1. Bagian Atas, terdiri dari :
a)Teropong / teleskope
b)Lingkaran skala tegak
c)Nivo tabung
d)Nivo kotak
e)Sekrup okuler dan obyektif
f)Sumbu mendatar ( sb. II )
g)Sekrup gerak vertikal
h)Sekrup gerak horizontal
i)Teropong bacaan sudut vertical dan horizontal
j)Sekrup pengunci teropong
k)Sekrup pengunci sudut vertical
l)Sekrup pengatur menit dan detik
m)Sekrup pengatur sudut horizontal dan vertikal
Bagian atas, terdiri dari sumbu kedua yang diletakkan diatas kaki penyanggah sumbu kedua. Pada sumbu kedua diletakkan suatu teropong yang mempunyai diafragma dan dengan demikian mempunyai garis bidik. Pada sumbu ini pula diletakkan plat yang berbentuk lingkaran tegak sama seperti plat lingkaran mendatar.

2. Bagian Tengah, terdiri dari :
a)Penyangga bagian atas
b)Sekrup mikrometer
c)Sumbu tegak ( sb. I )
d)Nivo kotak / Nivo tabung
e)Sekrup gerak horisontal
Bagian tengah, terdiri dari suatu sumbu yang dimasukkan ke dalam tabung dan diletakkan pada bagian bawah. Sumbu ini adalah sumbu tegak lurus kesatu. Diatas sumbu kesatu diletakkan lagi suatu plat yang berbentuk lingkaran yang berbentuk lingkaran yang mempunyai jari – jari plat pada bagian bawah. Pada dua tempat di tepi lingkaran dibuat alat pembaca nonius. Di atas plat nonius ini ditempatkan 2 kaki yang menjadi penyanggah sumbu mendatar atau sumbu kedua dan sutu nivo tabung diletakkan untuk membuat sumbu kesatu tegak lurus. Lingkaran dibuat dari kaca dengan garis – garis pembagian skala dan angka digoreskan di permukaannya. Garis – garis tersebut sangat tipis dan lebih jelas tajam bila dibandingkan hasil goresan pada logam. Lingkaran dibagi dalam derajat sexagesimal yaitu suatu lingkaran penuh dibagi dalam 360° atau dalam grades senticimal yaitu satu lingkaran penuh dibagi dalam 400 g.

3. Bagian Bawah, terdiri atas :
a)Lingkaran skalamendatar
b)Sekrup repetisi
c)Tiga sekrup penyetel nivo kotak
d)Tribrach
e)Kiap
f)Unting – unting
g)Statif / Trifoot
h)Sekrup pengunci pesawat dengan statif
Bagian bawah, terdiri dari pelat dasar dengan tiga sekrup penyetel yang menyanggah suatu tabung sumbu dan pelat mendatar berbentuk lingkaran. Pada tepi lingkaran ini dibuat pengunci limbus.

Wednesday, December 30, 2009

System Information Geografis

Kubus data

Kubus data adalah representasi multidimensi dari data, bersama dengan seluruh jumlah kemungkinan Dengan seluruh jumlah kemungkinan, yaitu sekumpulan kemungkinan yang dihasilkan dari proses pemilihan subset dari dimensi-dimensi dan menjumlahkan seluruh dimensi yang tersisa.
Sebagai contoh, jjika kita memilih dimensi tipe spesies dari data Iris dan menjumlahkan seluruh dimensi yang lain, hasilnya adalah masukan/entry satu dimensi dengan tiga masukan/entry, dimana masing-masing akan terdapat jumlah bunga dari masing-masing jenis .
Data tersebut dapat dinyatakan dalam array 3 dimensi seperti pada gambar di samping Terdapat 3 aggregat twodimensional (3 choose 2) 3 aggregat one-dimensional dan 1 aggregat zero-dimensional (total seluruhnya)

Suatu kubus data seperti Sales
memungkinkan data untuk dimodelkan dan dilihat dari banyak dimensi
– Dimensi tabel, seperti item (item_name, brand, type), atau time(day,
week, month, quarter, year)
– Tabel fakta memuat ukuran (seperti dollars_sold) dan kunci untuk setiap
dimensi tabel terkait
Membangun data
Perlu pandangan luas untuk antisipasi penggunaan warehouse
Design harus mendukung ad-hoc querying, yaitu mengakses data dengan kombinasi nilai apa saja untuk atribut dalam tabel dimensi atau tabel fakta.
Akuisisi data
Data diekstrak dari sumber yang banyak dan heterogen
Data harus diformat untuk konsistensi dalam
Data harus bersih untuk memastikan validitas
Data harus bisa masuk dalam model data
Data harus dimuat dalam warehouse
Akuisisi data 2
Seberapa up-to-date datanya?
Bisakah warehouse ini off-line, dan berapa lama?
Apa saja independensi datanya?
Berapa kapasitas storage?
Apa saja persyaratan distribusi (seperti replikasi dan partitioning)?
Berapa waktu loadingnya (termasuk pembersihan, formatting, copying, transmitting dan overhead seperti pembangunan index)
Fungsi Umum Data
Data warehouse ada untuk memfasilitasi queri ad hoc yang terjadi sering dan kompleks. Untuk itu, data warehouse harus menyediakan dukungan query yang lebih efisien
Roll-up: data dirangkum dengan generalisasi
Dril-down: meningkatkan tingkat detail
Pivot: lintas tabulasi (juga disebut rotasi)
Potong dan iris: melakukan operasi proyeksi terhadap dimensi
Sorting: data diurut berdasarkan nilai ordinal
Selection: data tersedia dalam nilai atau range
Derived attributes: atribut dihitung oleh operasi dalam nilai yang disimpan atau turunan
Data spasial yang umum kita gunakan selama ini adalah point, line, dan polygon dimana bentuk feature tersebut merupakan bentuk feature data yang bisa ditampung oleh data spasial dengan format shapefile (*.shp) yang sering kita gunakan. Dengan format data spasial baru yang diusung oleh ArcGIS yaitu geodatabase (*.mdb dan *.gdb), data spasial yang dapat ditampung tidak lagi hanya berupa data spasial 2D, tetapi data spasial di dalamnya dapat berupa data spasial 3D. Bentuk feature data spasial 3D ini adalah multipatch features. Data spasial 3D di sini merupakan obyek-obyek 3D seperti bangunan, gedung, pohon, kendaraan, dan lain sebagainya. Sehingga nantinya hasil dari pemetaan detil bisa berupa peta detil 3D.
Header Citra
Header bitmap : bagaimanadata bitmap dikodekandandisimpan, mis. ukurancitra, resolusi, jumlahwarnayang digunakan, dll.
Informasipalet dinyatakandalamtabelyang terdiridari3 field: Red, Green, Blue.
Data bitmap disusunterbalikdaribawahkeatasdalambentukmatriksberukuranHeight x Width.
Contoh :



R G B
1 22 44 24
2 10 12 17
3 44 78 18

2 2 1 1 1 1 3 5

Sunday, December 6, 2009

SIG

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)
1.Konser Dasar
SIG telah berevolusi dari abad-ke-abad kelahiran hingga perkembangan ilmu-ilmu Geodesi1, Geografi2, dan Kartrografi3. Era komputerisasi telah membuka wawasan dan paradigma baru dalam proses pengambilan keputusan dan penyebaran informasi. Data yang mempresentasikan “real word” (dunia nyata) dapat disimpan dan diproses sedemikian rupa sehingga dapat disajikan dalam bentuk-bentuk yang lebih sederhana dan sesuai dengan kebutuhan.
Sejak pertengahan 1970-an, telah dikembang sistem-sistem yang secara khusus dibuat untuk menangani masalah informasi yang bereferensi geografis dalam berbagai cara dan bentuk. Masalah-masalah ini mencakup :
a.Pengorganisasian data dan informasi.
b.Menempatkan informasi pada lokasi tertentu.
c.Melakukan komputasi, memberikan ilustrasi keterhubungan satu sama lainnya (koneksi), beserta analisa-analisa spasial lainnya.
Sebutan umum untuk sistem-sistem yang menangani masalah-masalah di atas adalah SIG, sistem informasi geografis. Dalam beberapa literatur,SIG dipandang sebagai hasil dari perkawinan antara sistem kpmputer untuk bidang Kartografi (CAC) atau sistem komputer untuk bidang perancangan (CAD) dengan teknologi basis data (database).
2.Devinisi
Baik dari jenis-jenis data yang menjadi masukannya maupun dari unsur-unsur pokok yang membentuknya, dapat ditarik beberapa pengertian SIG. Demikian pula dengan devinisinya, hingga saat ini belum ada kesepakatan mengenai devinisi yang baku4. Sebagian besar devinisi yang diberikan didalam berbagai pustaka masih bersifat umum, belum lengkap, tidak presisi, dan bersifat elastik5 sehingga sering kali agak sulit untuk membedakannya dengan sistem-sistem informasi yang masih ‘’serumpun’’ (sebagai contoh seperti yang telah disinggungkan di atas, adalah sistem kartografi yang berbasiskan komputer /spasial). Tidak itu saja, beberapa negara atau institusi sering kali menggunakan beberapa istilah yang berbeda dalam merujuk terminologi SIG.

Terminologi beserta
Sumber
1.
Geographic Information System
Terminologi dari Amerika Serikat
2.
Geographical Information System
Terminologi dari Eropa
3.
Geomatique
Terminologi dari Kanada
4.
Georelational Information System
Terminologi yang berbasiskan teknologi
5.
Natural Resources Information System
Terminologi yang berbasiskan disiplin ilmu
6.
Geoscience or Geological Information System
Terminologi yang berbasiskan disiplin ilmu
7.
Spatial Information System
Terminologi (turunan) non geografi
8.
Spatial Data Analysis System
Terminologi berdasarkan sistemnya
Definisi SIG selalu berkembang, bertambah, dan bervariasi. Hal ini terlihat dari banyaknya definisi SIG yang telah beredar. Berikut merupakan sebagian kecil dari definisi-definisi SIG yang telah beredar di berbagai pustaka :
a.SIG adalah sistem komputer yang digunakan untuk memasukkan (capturing), menyimpan, memeriksa, dan mengintegrasikan, memanipulasi, menganalisis, dan menampilkan data-data yang berhubungan dengan posisi-posisi di permukaan bumi [Rice20].
b.SIG adalah kombinasi perangkat keras dan perangkat lunak komputer yang memungkinkan untuk mengelola (manage), menganalisa, memetakan informasi spasial berikut data atributnya (data deskriptif) dengan akurasi kartografi [Basic20].
c.SIG adalah sistem komputer yang digunakan untuk mengumpulkan, memeriksa, mengintegrasikan, dan menganalisa informasi-informasi yang berhubungan dengan permukaan bumi [Demers97]
d.SIG adalah kumpulan yang terorganisir dari perangkat keras komputer, perangkat lunak, data geografi dan personil,yang dirancang secara efisien untuk memperoleh,menyimpan mengupdate, memanipulasi, menganalisis dan menampilkan semua bentuk informasi yang bereferensi geografi [Esri90].
e.SIG adalah teknologi informasi yang dapat menganalisa, menyimpan, dan menampilkan baik data spasial maupun non spasial.SIG mengkombinasikan kekuatan perangkat lunak basisdata relasional dan paket perangkat lunak CAD [Guo20].
f.SIG adalah sistem informasi yang dirancang untuk bekerja dengan data yang tereferensi secara spasial atau koordinat geografi. Dengan kata lain, SIG merupakan sistem basis data dengan kemampuan-kemampuan khusus dalam menangani data yang tereferensi secara spasial, selain merupakan sekumpulan operasi-operasi yang dikenakan terhadap data tersebut [Star90].
3.Subsistem SIG
Jika definisi-definisi di atas diperhatikan, maka SIG dapat diuraikan menjadi beberapa subsistem6 berikut :
a.Data input7 subsistem ini bertugas untuk mengumpulkan dan mempersiapkan data spasial dan data atribut dari berbagai sumber. Subsistem ini pula yang bertanggung jawab dalam mengkonversi atau mentransformasikan format-format data-data aslinya kedalam format yang digunakan oleh SIG.
b.Data Output8 subsistem ini menampilkan atau menghasilkan keluaran seluruh atau sebagian basisdata baik dalam bentuk softcopy maupun bentuk hardcopy seperti: tabel, grafik, peta, dan lain-lain.
c.Data management9 subsistem ini mengorganisasikan baik data spasial maupun atribut ke dalam sebuah basisdata sedemikian rupa sehingga mudah dipanggil, di-update, dan di-edit.
d.Data Manipulation & Analysis subsistem ini menentukan informasi yang dapat dihasilkan oleh SIG.

Saturday, November 14, 2009

Ilmu Ukur Tanah

Ilmu Ukur Tanah adalah ilmu yang mempelajari pengukuran perhitungan beda tinggi, luas , jarak suatu area.

Ilmu ukur tanah biasa menggunakan alat pengukuran seperti Pita Ukur, Theodolite, Waterpass, EDM,dan bahkan alat terbaru dan canggih yaitu GPS dan alat perpaduan antara theodolite dan EDM yang bernama Total Station.

Dengan berkembangnya zaman makin mudah kita melakukan pengukuran dan perhitungan ukur tanah, mungkin kalau dulu kita melakukan perhitungan beda tinggi menggunakan selang (rata air) yang melakukannya misal dalam skala yang besar membutuhkan waktu lama dan terlalu rumit sekarang sudah ada alat waterpass. Memiliki prinsip sama seperti selang (rata air) waterpass memiliki banyak keunggulan. Selain penggunaannya yang praktis,waterpass dapat melakukan pengukuran dalam bidang yang lebih luas.




Penggunaan Total Station pada pengukuran Suramadu Bridge oleh CIC (Consortium Indonesian Contractor( PT. Adhi Karya, PT. Wijaya Karya, PT. Waskita, PT. Hutama Karya)


Waterpass




Friday, November 13, 2009

Kartografi

Kartografi (pembuatan peta) adalah studi dan praktek untuk membuat peta atau globe. Peta tradisional sudah dibuat menggunakan pena dan kertas, tetapi munculnya dan penyebaran komputer sudah merevolusionerkan kartografi. Banyal peta komersial yang bermutu sekarang dibuat dengan perangkat lunak pembuatan peta yang merupakan salah satu di antara tiga macam utama; CAD (desain berbatuan komputer), GIS (Sistem Informasi Geografis), dan perangkat lunak ilustrasi peta yang khusus.

Program Studi Kartografi dan Penginderaan Jauh berada dalam interface domain bidang ilmu geografi dan geomatika. Geografi merupakan disiplin ilmu yang berorientasi pada pemecahan masalah dalam kerangka interaksi manusia dengan lingkungannya, yang dicirikan oleh penggunaan tiga pendekatan sekaligus, yaitu pendekatan spasial, ekologis, dan kompleks wilayah. Geomatika suatu bidang kajian baru yang mengintegrasikan berbagai macam disiplin ilmu yang berhubungan dengan masalah perolehan, penyimpanan/ dokumentasi, perbaikan kualitas, pengolahan, analisis, pemodelan, penyajian, dan penyebarluasan (diseminasi) berbagai macam informasi spasial. Program studi Kartografi dan Penginderaan Jauh secara praktis diharapkan dapat menghasilkan sarjana S-1 yang siap bekerja dan mengembangkan diri di bidang survei, pemetaan dan pemodelan spasial untuk pengelolaan sumberdaya dan lingkungan hidup.

Pemetaan Digital

Pemetaan Tanah Digital (PTD) atau Digital Soil Mapping adalah cabang baru yang merupakan Ilmu tanah terapan.

PTD dapat didefenisikan sebagai penciptaan dan pengisian sistem informasi tanah dengan menggunakan metode-metode observasi lapangan dan laboratorium yang digabungkan dengan pengolahan data secara spatial ataupun non-spatial. Metode PTD menggunakan variabel-variable pembentuk tanah yang dapat diperoleh secara digital (misalnya remote sensing, digital elevation model, peta-peta tanah) untuk mengoptimasi survai tanah di lapangan. Tujuan PTD adalah menggunakan variabel-variable pembentuk tanah untuk menprediksi sifat dan ciri tanah keseluruhan area survai dalam Sistem Informasi Geografis.

Dengan kata lain PTD adalah proses kartografi tanah secara digital. Namun PTD bukan berarti mentransformasikan peta-peta tanah konvensionil menjadi digital. Proses PTD menggunakan informasi-informasi dari survai tanah lapangan digabungkan dengan informasi tanah secara digital, seperti citra (image) remote sensing dan digital elevation model.

Dinandingkan dengan peta tanah konmvensional, dimana batas-batas tanah digambar secara manual berdasarkan pengalaman surveyor yang subyektif. Namun dalam PTD teknik-teknik automatis dalam Sistem Informasi Geografis digunakan untuk menproses informasi-informasi tanah dengan lingkungannya.

Wednesday, November 11, 2009

Geodesy

Geodesi memiliki 2 misi keilmuan, yaitu misi yang bersifat keilmuan (Scientific) dan misi praktis (practical).

Misi Keilmuan Geodesi adalah : a) menentukan besar (size) dan bentuk (shape) bumi, b) studi medan gayaberat bumi, dan c) studi geodinamika (rotasi bumi, pasang surut atau tide dan gerakan lempeng).

Misi Praktis Geodesi
1. Penentuan Posisi titik-titik di bumi (positioning), dilakukan dengan jalan pengukuran-pengukuran baik secara terestris maupun extra terestris
2. menggambarkan bumi dalam wujud peta (mapping) untuk dasar
3. penyajian informasi kebumian (geo-information) dan analisis keruangan (geo-analysis) atau geomatika

Model Bumi
Topografi : bentuk nyata bumi yang dapat diraba. Terdiri atas daratan (gunung dan lembah) dan lautan merupakan wujud nyata bumi yang sesungguhnya.
Geoid : Muka laut rata-rata yang sulit diraba. Para ahli mendefinisikan Geoid adalah bidang equipotensial gaya berat yang berimpit dengan permukaan laut rata-rata atau mean sea level yang tidak terganggu.
Ellipsoid : Model matematik atau model normal atau model teoritis yang tidak bisa diraba. Memiliki bentuk yang tidak teratur, ellips yang berotasi pada sumbu pendeknya.

Peta

Peta adalah gambar permukaan bumi sebagian atau seluruhnya pada bidang datar dengan skala tertentu melalui suatu sistem proyeksi peta tertentu.

Klasifikasi Peta
- atas dasar jenisnya
- atas dasar skalanya
- atas dasar fungsinya

Dibagi atas dasar dan jenis
- peta garis
- peta foto
- peta Digital

Dibagi atas dasar skala
- peta skala besar
- peta skala menengah
- peta skala kecil

Peta atas dasar fungsi dapat dibagi menjadi
- peta umum = berisi informasi topografi secara umum.
- peta tematik = menampilkan atribut tunggal. contoh : peta geologi, peta seismik, dll.

Hakekat dan tujuan pembuatan peta
- Sebagai salah satu sistem komunikasi melalui mata antara pembuatan peta dengan pengguna peta.

Peta merupakan alat untuk
- melaporkan
- memperagakan
- analisis spasial
- interrelasi obyek secara keruangan

Tujuan
- komunikasi informasi yang bersifat spasial
- menyimpan informasi spasial
- analisis spasial untuk berbagai keperluan,misal perhitungan jarak ,luas ,voleme.

My Favorites

buku tamu

Followers