Showing posts with label geomatika. Show all posts
Showing posts with label geomatika. Show all posts

Thursday, March 24, 2016

Jasa Pelatihan dan Training Surveyor


     Perkenalkan kami dari Cakrawala Timur selain menerima Jasa Konsultansi Survey dan Pemetaan, kami juga menyediakan Jasa Pelatihan bagi yang ingin meningkatkan kemampuannya nya di bidang survey dan pemetaan.

Adapun training yang dapat kami sediakan antara lain:
  1. Training menggunakan alat ukur Total Station
  2. Training menggunakan GPS Geodetic
  3. Training software AutoCAD untuk pengaplikasian di bidang Survey dan Pemetaan
  4. Training penggunaan aplikasi berbasis Sistem Informasi Geospasial (SIG)
  5. Training software tambang SURPAC untuk di aplikasikan di bidang Survey dan Pemetaan
Peserta akan mendapatkan :
      1. Modul/ Materi Pelatihan
      2. Sertifikat
      3. Souvenir

     Di dukung oleh tenaga-tenaga ahli di bidang terkait dan tidak menutup kemungkinan pelayanan after training, apabila peserta training mengalami kesulitan di lain hari dapat menghubungi kami untuk sharing-sharing masalah.
     Kami juga siap menerima panggilan training untuk Instansi maupun Perorangan untuk melakukan training tersebut, tentu dengan ketentuan dan syarat untuk terlaksananya training tersebut.
Apabila pembaca ada yang berminat untuk berinvestasi ilmu menggunakan jasa kami, baik pelatihan maupun jasa pengukuran anda dapat mengirimkan permintaan melalui email kami di andhikageomatika@gmail.com
Kami akan sangat senang membantu anda dengan sepenuh hati.


Penggunaan Total Station untuk pekerjaan pemasangan Track Roler Coaster


Tuesday, March 12, 2013

Uraian Pekerjaan Surveyor Properti


     Peran Surveyor properti meliputi pekerjaan bangunan gedung, maupun infrastruktur seperti jalan, median, lampu, dll. Surveyor Properti dituntut untuk sangat terampil, menguasai seluruh pekerjaan dalam hal tersebut. Surveyor tersebut dituntut mampu bekerjasama dengan banyak pihak, baik di internal perusahaan (Bagian Perencanaan, Pengawas dll) maupun di luar perusahaan (seperti Kontraktor).
    
Pengukuran Batas Boundary Perumahan

     Kerjasama dengan pihak internal dalam kantor, surveyor dituntut mampu memprediksi secara cermat yang nantinya digunakan untuk perhitungan biaya untuk pihak Developer. Apabila surveyor kurang teliti dalam memberikan hasil pengukuran dan perhitungan tentu pihak Developer lah yang sangat terkena imbasnya. Tentu disini peran Surveyor sangatlah penting dan utama.


     Surveyor yang handal harus memiliki keterampilan matematika dan logika yang baik serta komunikasi yang kuat, terkadang seorang surveyor dituntut mampu memberikan keputusan yang cepat dan baik dilapangan.

     Untuk itu peranan seorang Surveyor Properti sangatlah vital, mulai dari data awal yang digunakan untuk perhitungan biaya (Perhitungan Galian dan Timbunan) hingga dalam proses pembangunan dan nantinya finishing pekerjaan.

     Penentuan titik lokasi jalan, gedung, taman, lampu jalan dan lainnya adalah tugas pokok bagi Surveyor Properti. Inilah acuan yang nantinya akan digunakan bagi para Pengawas dan Pelaksana untuk ditindak lanjuti di lapangan.

Penentuan batas urugan rencana Jalan 
(Disaksikan oleh Pengawas Prasarana)


Saturday, December 29, 2012

Kerangka Kontrol Horizontal (Metode Pengukuran Poligon)

Metode poligon adalah salah satu cara penentuan posisi horizontal banyak titik dimana titik satu dengan yang lainnya dihubungkan satu sama lain dengan pengukuran sudut dan jarak sehingga membentuk rangkaian titik-titik (poligon).
 
 Pengukuran dan pemetaan poligon merupakan salah satu metode pengukuran dan pemetaan. Kerangka dasar horizontal yang bertujuan untuk memperoleh koordinat planimetris (x,y) titik-titik pengukuran.
Pengukuran Kerangka Dasar Horisontal (KDH) :
a. Metode titik tunggal
b. Pengikatan kemuka
c. Pengikatan kebelakang
Pengikatan kebelakang di bagi dua metode:
a. Metode collins
b. Metode cassini
c. Metode titik banyak
Banyak titik di bagi lima metode :
a. Metode poligon
b. Metode triangulasi
c. Metode trilaterasi
d. Metode triangulterasi
e. Metode kuadrilateral
Pengukuran polygon sendiri mengandung arti salah satu metode penentuan titik diantara beberapa metode penentuan titik yang lain. Berdasarkan bentuknya polygon dapat dibagi dalam dua bagian, diantaranya:
1. Polygon berdasarkan visualnya, macamnya adalah :
a. Polygon tertutup
 

Pada poligon tertutup :
- Garis-garis kembali ke titik awal, jadi membentuk segi banyak.
- Berakhir di stasiun lain yang mempunyai ketelitian letak sama atau lebih besar daripada ketelitian letak titik awal.
- Poligon tertutup memberikan pengecekan pada sudut-sudut dan jarak tertentu, suatu pertimbangan yang sangat penting.
- Titik sudut yang pertama = titik sudut yang terakhir.
Poligon tertutup biasanya dipergunakan untuk :
- Pengukuran titik kontur.
- Bangunan sipil terpusat.
- Waduk.
- Bendungan.
- Kampus UPI.
- Pemukiman.
- Jembatan (karena diisolir dari 1 tempat).
- Kepemilikan tanah.
- Topografi kerangka.
b. Polygon terbuka
 
(secara geometris dan matematis), terdiri atas serangkaian garis yang berhubungantetapi tidak kembali ke titik awal atau terikat pada sebuah titik dengan ketelitian sama atau lebih tinggi ordenya. Titik pertama tidak sama dengan titik terakhir.
Poligon terbuka biasanya digunakan untuk :
- Jalur lintas / jalan raya.
- Saluran irigasi.
- Kabel listrik tegangan tinggi.
- Kabel TELKOM.
- Jalan kereta api.
c. Polygon bercabang
Dilihat dari geometris, poligon terbagi menjadi 3, yaitu:
1. Poligon terikat sempurna
Dikatakan poligon terikat sempurna, apabila :
- Sudut awal dan sudut akhir diketahui besarnya sehingga terjadi hubungan antara sudut awal dengan sudut akhir.
- Adanya absis dan ordinat titik awal atau akhir.
- Koordinat awal dan koordinat akhir diketahui.
2. Poligon terikat sebagian.
Dikatakan poligon terikat sebagian, apabila :
- Hanya diikat oleh koordinat saja atau sudut saja.
- Terikat sudut dengan koordinat akhir tidak diketahui.
3. Poligon tidak terikat
Dikatakan poligon tidak terikat, apabila :
- Hanya ada titik awal, azimuth awal, dan jarak. Sedangkan tidak diketahui koordinatnya.
- Tidak terikat koordinat dan tidak terikat sudut.
Dilihat dari geometris, poligon terbagi menjadi 3, yaitu:
- Polygon terikat sempurna
- Polygon terikat sebagian
- Polygon tidak terikat
Untuk mendapatkan nilai sudut-sudut dalam atau sudut-sudut luar serta jarak-jarak mendatar antara titik-titik polygon diperoleh atau diukur dari lapangan menggunakan alat pengukur sudut dan pengukur jarak yang mempunyai tingkat ketelitian tinggi.
Pengolahan data polygon dikontrol terhadap sudut-sudut dalam atau luar polygon dan dikontrol terhadap koordinat baik absis maupun ordinat. Pengolahan data polygon dimulai dengan menghitung sudut awal dan sudut akhir dari titik-titik ikat polygon. kontrol sudut polygon diawali terlebih dahulu dilakukan yaitu untuk memperoleh koreksi sudut polygon dengan cara mengontroljumlah sudut polygon terhadap pengurangan sudut akhir dengan sudut awal polygon. Koreksi sudut polygon yang diperoleh kemudian dibagi secara merata tanpa bobot terhadap sudut-sudut polygon hasil pengukuran dan pengamatan di lapangan.
Sudut-sudut jurusan titik polygon terhadap titik polygon berikutnya mengacu terhadap sudut awal polygon dijumlahkan terhadap sudut polygon yang dikoreksi. Kontrol Koordinat berbeda dengan kontrol sudut yaitu koordinat akhir dan awal dikurangi serta dibandingkan terhadap jumlah proyeksinya terhadap absis dan ordinat. Koreksi absis dan ordinat akan diperoleh dan dibandingkan dengan mempertimbangkan bobot kepada masing-masin titik polygon. Bobot koreksi didekati dengan cara perbandingan jarak pada suatu ruas garis terhadap jarak total polygon dari awal sampai dengan akhir pengukuran.

Jenis-jenis Poligon
Berdasarkan bentuknya poligon dibagi dalam dua bagian, diantaranya :
Jenis Poligon secara Visual :
A. Poligon Tertutup
Polygon tertutup ialah poligon yang bermula dan berakhir pada satu titik yang sama. Poligon tertutup sering disebut poligon kring (kring poligon). Ditinjau dari segi pengkatannya (azimut dan koordinat), terdapat beberapa variasi seperti :
a) Tanpa ikatan
b) Terikat hanya azimut
c) Terikat hanya koordinat
d) Terikat azimut dan koordinat
Keuntungan dari poligon tertutup yaitu, walaupun tidak ada ikatan sama sekali, namun koreksi sudut dapat dicari dengan adanya sifat poligon tertutup yang jumlah sudut dalamnya sama dengan (n-2) 1000. Selain itu, terdapat pula koreksi koordinat dengan adanya konsekuensi logis dari bentuk geometrisnya bahwa jumlah selisih absis dan jumlah selisih ordinat sama dengan nol.
Keuntungan inilah yang menyebabkan orang senang bentuk polygon tertutup. Satu-satunya kelemahan polygon tertutup yang sangat menonjol ialah bahwa bila ada kesalahan yang proporsional dengan jarak (salah satu salah sistematis) tidak akan ketahuan, dengan kata lain walaupun ada kesalahan tersebut, namun polygon tertutup itu kelihatan baik juga. Jarak-jarak yang diukur secara elektronis sangat mudah dihinggapi kesalahan seperti itu, yaitu kalau ada kesalahan frekuensi gelombang.
Kelemahan poligon tertutup yaitu, bila ada kesalahan yang proporsional dengan jarak (salah satu salah sistematis) tidak akan ketahuan. Dengan kata lain, walaupun ada kesalahan, namun poligon tertutup kelihatan baik juga. Jarak-jarak yang diukur secara elektronis sangat mudah dihinggapi kesalahan seperti kesalahan frekuensi gelombang.
Pada Poligon Tertutup :
· Garis-garis kembali ke titik awal, jadi membentuk segi banyak.
Berakhir di stasiun lain yang mempunyai ketelitian letak sama atau lebih besar daripada ketelitian letak titik awal.
B. Poligon Terbuka
Yang dimaksud dengan polygon terbuka ialah polygon yang titik awal dan titik akhirnya merupakan titik yang berlainan (bukan satu titik yang sama). Polygon terbuka ini dapat kita bagi lebih lanjut berdasarkan peningkatan pada titik-titik (kedua titik ujungnya). Ada dua macam peningkatan untuk polygon terbuka ini yaitu :
- Peningkatan azimut
- Peningkatan koordinat
Berdasarkan peningkatan-peningkatan itu, maka polygon terbuka dapat dibagi lebih lanjut menjadi : 1. Tanpa ikatan sama sekali,
2. Pada salah satu ujung yang lain tanpa ikatan sama sekali,
3. Pada salah satu ujungnya terikat azimut saja, sedangkan pada ujung yang lain tanpa ikatan sama sekali,
4. Pada salah satu ujungnya terikat azimut dan koordinat, sedangkan pada ujung yang lain tanpa ikatan sama sekali,
5. Pada kedua ujungnya masing-masing terikat azimuth,
6. Pada salah satu ujungnya terikat koordinat, sedangkan ujung yang lain terikat azimuth
Pada kedua ujungnya masing-masing terikat koordinat ,
7. Pada salah satu ujungnya terikat azimut dan koordinat, sedangkan ujung yang lain terikat azimut saja,
8. Pada salah satu ujungnya terikat azimut dan koordinat, sedangkan ujung yang lain terikat koordinat
9. Pada kedua ujungnya masing-masing terikat baik azimut maupun koordinat.
10. Pada kedua ujungnya masing-masing terikat baik azimut maupun koordinat.

Tutorial Setting base menggunakan modemVPN

Setting base di Kantor Pertanahan yang menggunakan modem VPN

Menggunakan Receiver Sigma JAVAD Peralatan dan Software yang dibutuhkan adalah : 1. Receiver SIGMA G3T
2. Kabel usb sigma
3. Kabel Ethernet Sigma
4. Kabel lan
5. Laptop atau computer 6. Software TriVu, NetHub dan driver usb sigma Langkahnya meliputi 2 hal, pertama seting IP receiver, kedua seting TCPO. A. SETING IP RECEIVER 1. Nyalakan sigma. 2. Koneksikan kabel usb sigma dengan komputer, maka computer akan meminta drivernya. Jika computer tidak meminta, maka kita perlu meng-update driver usb sigma tersebut via device manager. 1.a install driver usb sigma Jika usb sudah dihubungkan ke computer, otomatis computer akan meminta driver.
Pilih file driver yang sudah didownload, klik ok, sehingga muncul sbb :
Pilih continue anyway, klik finish
1.b Update driver di device manager Pilih start – klik kanan, pilih properties Pada system properties, pilih hardware
Pada port USB, Klik kanan GNNS receiver, klik update driver
Langkah berikutnya sama dengan point 1.a 3. Buka Software Trivu 4. Bila port usb sudah terhubung maka akan muncul port usb pada koneksi TriVu
5. Pilih oke untuk masuk ke TriVu 6. Pada menu TriVu, Pilih configuration – receiver
7. Pada menu config, pilih ports – Ethernet
8. Masukkan IP Address, IP Mask, dan gateway yang diminta. Masukkan juga network password. 9. Pilih save – OK, lalu pilih Exit, maka TriVu akan kembali ke Menu utama. 10. Receiver harus diRESET. Pilih menu Tools – Reset Receiver. Maka LED receiver akan blinking beberapa detik, sampai terkoneksi kembali dengan TriVu.
11. Langkah 9 adalah langkah terakhir, lakukan disconnect Receiver dengan TriVu : pada menu utama pilih File – Disconnect 12. Lakukan Tes koneksi (ping) : - Buka command prompt (cmd) - Hubungkan receiver sigma –kabel Ethernet sigma – kabel lan – komputer - Ketik ping(IP receiver yang telah diseting)
- Harus ada replay seperti dibawah ini :
- Jika sudah seperti diatas, maka masuk ke langkah B (seting TCPS - Tapi Jika tidak ada reply, maka cek kembali setingan yang sudah dibuat. B. SETING TCPO (DENGAN FORMAT KOREKSI RTCM 3.0 GGD) 1. Nyalakan receiver sigma 2. Hubungkan receiver sigma – kabel Ethernet sigma – kabel lan – komputer 3. Buka Software NetHub 4. Pilih menu Hub Connection, pilih connect ke TCP, masukkan IP Address, port, dan password sesuai dengan setingan pada TriVu
5. Klik OK, lalu centang koneksinya, klik OK 6. Maka, pada menu receiver muncul receiver sigma
7. Kita akan mengubah port TCPO (a s.d F) menjadi 5000 s.d 5004. 8. Pilih menu parameter – ports - TCPO
9. Isikan scrip set,/par/net/tcpo/port,5000 pilih send. Lalu klik Refresh.
10. Maka port yang semula 8000-8004 menjadi 5000-5004 TCPO a 5000 ; TCPO b 5001 ; TCPO c 5002 ; TCPO d 5003 ; TCPO e 5004. 11. Pada TCPO b 5001 pilih RTK RTCM3 GGD full pada output.
12. Artinya, Sigma sudah kita seting mengeluarkan koreksi RTK RTCM3 GGD full melalui TCPO b dengan port 5001. 13. Disconnect NetHub Cek output RTK RTCM3 GGD full menggunakan Hyperteminal : 1.Buka software Hyperterminal 2.Muncul jendela Hyperterminal, pada new connection, beri nama apa saja, pilih OK
3.Pada Connect using Pilih TCP/IP (Winsock), masukkan Host address dengan IP receiver, port number 5001
4.Pilih OK, maka akan keluar kode kode data (binary data) yang terus menerus, yang menandakan koreksi RTK RTCM3 GGD full sudah berhasil dikeluarkan dari sigma

Monday, September 19, 2011

Pengertian Geomatika

Geomatika adalah
Geomatika adalah sains dan teknologi yang mempelajari tentang pengukuran obyek-obyek di muka bumi yang melibatkan pemakaian komputer dan teknologi komunikasi dan informasi dalam pengumpulan (survey), pengolahan dan analisis, managemen dan distribusi informasi ruang permukaan bumi untuk mendukung berbagai pengambilan keputusan.

Secara istilah geomatika (geomatics) dimunculkan tahun 1969 oleh B.Dubuisson yang pertama kali digunakan di negara Kanada. Secara umum geomatika diartikan sebagai "Hunter and Gatherer" atau "mengumpulkan dan menggabungkan" termasuk alat dan teknik yang digunakan dalam pengukuran tanah (land surveying), pengunderaan jauh GIS, GPS, dan hal lain yang terkait dengan pemetaan permukaan bumi.
Geomatika mempunyai aplikasi dalam semua disiplin yang berhubungan dengan data spasial, misalnya studi lingkungan, perencanaan wilayah dan kota, kerekayasaan, navigasi, geologi & geofisika, dan pengelolaan pertanahan. Oleh karena itu geomatika sangat fundamental terhadap semua disiplin ilmu kebumian yang menggunakan data spasial, seperti ilmu ukur tanah, penginderaan jauh (foto udara atau dengan gelombang elektromagnetik), kartografi, sistem informasi geografik (SIG), dan global positioning system (GPS). (Wikipedia)

Sesungguhnya membedakan antara Geodesi dan Geomatika itu mudah walaupun kedua disiplin ilmu ini adalah sama yang membedakan hanyalah ruang lingkup keilmuannya saja.
Geodesi adalah suatu disiplin ilmu kebumian yang mempelajari bumi, termasuk ukuran dan representasinya di atas kertas maupun dalam bentuk tiga dimensi, termasuk besaran gravitasi di permukaan bumi.
Geomatika adalah disiplin ilmu yang mengumpulkan, menyimpan, memproses, dan menyajikan data spasial bumi. Geodesi sendiri berada di dalam geomatika. Di era modern ini ilmu terapan Geomatika lebih berkembang mengikuti teknologi-teknologi yang diciptakan untuk membantu pekerjaan manusia.




Sunday, June 26, 2011

Metode Differensial Menggunakan GPS Geodetic

Yang dimaksud dengan penentuan posisi metode deferensial adalah Posisi suatu titik ditentukan relatif terhadap titik lain yang telah diketahui koordinatnya.
Ada berapa tipe metode diferensial
1. Statik
2. Kinematik
3. Rapid statik
4. Pseudo kinematik
5. Stop and go

1. Metode statik
Prinsip menggunakan metode diferensial dengan data fase
Pengamatan dilakukan base-line per baseline
Lama pengamatan pada setiap baseline bergantung pada ketelitian koordinat yang akan dicapai
Pengolahan data terdiri atas 3 tahap yaitu:
Pengolahan data dari setiap baseline dari jaringan
Perataan jaringan yang melibatkan semua baseline untuk menentukan koordinat titik-titik dalam jaringan
Transformasi koordinat titik-titik dalam jaring dari daum WGS 84 ke datum pengguna

2. Metode kinematik
Metode penentuan posisi dimana titik-titik yang ditentukan koordinatnya dalam keadaan bergerak dan reciever tidak mempunyai kesempatan untuk berhenti di titik-titik yan akan ditentukan koordinatnya
- Penentuan psisi dapat dilakukan secara absolut ataupun relatif, dengan menggunakan data pseudorange atau fase.
- Metode ini umumnya diterapkan pada navigasi, survei fotogrametri, airborne gravimetry, dan survei hidrografi
- Untuk memperoleh ketelitian koordinat yang baik penentuan posisi harus berbasiskan pada metode dferensial menggunakan data fase
- Untuk moda real time diperlukan sarana komunikasi data antara stasiun monitor dengan sta. rover

3. Metode statik singkat (rapid statik)
- Waktu pengamatan lebih pendek antara 5 – 20 menit
- nDiperlukan peralatan reciever dan perangkat lunak yang canggih agar supaya dapat menyelesaikan hitungan dengan data ang relatif sedikit
- Metode ini lebih rentan terhadap efek kesalahan dan bias

4. Metode Pseudo Kinematik
Pegamatan ke-2 dilakukan setelah jeda > 1 jam

Wednesday, March 2, 2011

Pengertian GPS

1.GLOBAL POSITIONING SYSTEM
(GPS) OVERVIEW
GPS atau Global Positioning System, merupakan sebuah alat atau sistem yang
dapat digunakan untuk menginformasikan penggunanya dimana dia berada (secara global)
di permukaan bumi yang berbasiskan satelit. Data dikirim dari satelit berupa sinyal radio
dengan data digital. Dimanapun anda berada, maka GPS bisa membantu menunjukan arah,
selama anda melihat langit. Layanan GPS ini tersedia gratis, bahkan tidak perlu
mengeluarkan biaya apapun kecuali membeli GPS recierver-rya.
Awalnya GPS hanya digunakan hanya untuk kepentingan militer, tapi pada tahun
1980-an dapat digunakan untuk kepentingan sipil. GPS dapat digunakan dimanapun juga
dalam 24 jam. Posisi unit GPS akan ditentukan berdasarkan titik-titik koordinat derajat
lintang dan bujur.

A. Apa itu GPS ?

GPS (Global Positioning System) adalah sistem navigasi yang berbasiskan satelit
yang saling berhubungan yang berada di orbitnya. Satelit-satelit itu milik Departemen
Pertahanan (Departemen of Defense) Amerika Serikat yang pertama kali diperkenalkan
mulai tahun 1978 dan pada tahun 1994 sudah memakai 24 satelit.
Untuk dapat mengetahui posisi seseorang maka diperlukan alat yang diberinama
GPS reciever yang berfungsi untuk menerima sinyal yang dikirim dari satelit GPS. Posisi di
ubah menjadi titik yang dikenal dengan nama Way-point nantinya akan berupa titik-titik
koordinat lintang dan bujur dari posisi seseorang atau suatu lokasi kemudian di layar pada
peta elektronik.
Sejak tahun 1980, layanan GPS yang dulunya hanya untuk leperluan militer
mulai terbuka untuk publik. Uniknya, walau satelit-satelit tersebut berharga ratusan juta
dolar, namun setiap orang dapat menggunakannya dengan gratis.
Satelit-satelit ini mengorbit pada ketinggian sekitar 12.000 mil dari permukaan
bumi. Posisi ini sangat ideal karena satelit dapat menjangkau area coverage yang lebih
luas. Satelit-satelit ini akan selalu berada posisi yang bisa menjangkau semua area di atas
permukaan bumi sehingga dapat meminimalkan terjadinya blank spot (area yang tidak terjangkau
oleh satelit).
2
Setiap satelit mampu mengelilingi bumi hanya dalam waktu 12 jam. Sangat
cepat, sehingga mereka selalu bisa menjangkau dimana pun posisi Anda di atas permukaan
bumi.
GPS reciever sendiri berisi beberapa integrated circuit (IC) sehingga murah dan
teknologinya mudah untuk di gunakan oleh semua orang. GPS dapat digunakan utnuk
berbagai kepentingan, misalnya mobil, kapal, pesawat terbang, pertanian dan di
integrasikan dengan komputer maupun laptop.
Berikut beberapa contoh perangkat GPS reciever:

Gambar 1. Macam-macam GPS Reciever


B. Sistem Satelit GPS
Untuk menginformasikan posisi user, 24 satelit GPS yang ada di orbit sekitar
12,000 mil di atas kita. Bergerak konstan bergerak mengelilingi bumi 12 jam dengan
kecepatan 7,000 mil per jam. Satelit GPS berkekuatan energi sinar matahari, mempunyai
baterai cadangan untuk menjaga agar tetap berjalan pada saat gerhana matahari atau
pada saat tidak ada energi matahari. Roket penguat kecil pada masing-masing satelit agar
dapat mengorbit tepat pada tempatnya.


Gambar 2. Simulasi Posisi Satelit GPS

Satelit GPS adalah milik Departemen Pertahanan (Department of Defense)
Amerika, adapun hal-hal lainnya:
1. Nama satelit adalah NAVSTAR
2. GPS satelit pertama kali adalah tahun 1978
3. Mulai ada 24 satelit dari tahun 1994
4. Satelit di ganti tiap 10 tahun sekali
5. GPS satelit beratnya kira-kira 2,000 pounds
6. Kekuatan transmiter hanya 50 watts atau kurang
Satelit-satelit GPS harus selalu berada pada posisi orbit yang tepat untuk
menjaga akurasi data yang dikirim ke GPS reciever, sehingga harus selalu dipelihara agar
posisinya tepat. Stasiun-stasiun pengendali di bumi ada di Hawaii, Ascension Islan, Diego
Garcia, Kwajalein dan Colorado Spring. Stasiun bumi tersebut selalu memonitor posisi orbit
jam jam satelit dan di pastikan selalu tepat.

C. Signal Satelit GPS

C.1 Carriers
Satelite GPS mengirim sinyal dalam dua frekuensi. L1 dengan 1575.42 Mhz
dengan membawa dua status pesan dan pseudo-random code untuk keperluan
perhitungan wakt. L2 membawa 1227.60 MHz dengan menggunakaan presesi yang lebih
akurat karena untuk keperluan militer.
Daya sinyal radio yang dipancarkan hanya berkisar antara 20-50 Watts. Ini
tergolong sangat rendah mengingat jarak antara GPS dan satelit sampai 12.000 mil. Sinyal
dipancarkan secara line of sight (LOS), dapat melewati awan, kaca tapi tidak dapat benda
padat seperti gedung, gunung.

C.2 Pseudo-Random Codes
GPS yang digunakan untuk publik akan memantau frekuensi L1 pada UHF (Ultra
High Frequency) 1575,42 MHz. Sinyal L1 yang dikirimkan akan memiliki pola-pola kode
digital tertentu yang disebut sebagai pseudorandom. Sinyal yang dikirimkan terdiri dari dua
bagian yaitu kode Protected (P) dan Coarse/Acquisition (C/A). Kode yang dikirim juga unik
antar satelit, sehingga memungkinkan setiap receiver untuk membedakan sinyal yang
dikirim oleh satu satelit dengan satelit lainnya. Beberapa kode Protected (P) juga ada yang
diacak, agar tidak dapat diterima oleh GPS biasa. Sinyal yang diacak ini dikenal dengan
istilah Anti Spoofing, yang biasanya digunakan oleh GPS khusus untuk keperluan tertentu
seperti militer.

C.3 Navigation Message
Ada sinyal frekuensi berkekuatan lemah yang di tambahkan pada kode L1 yang
memberikan informasi tentang orbit satelit, clock corectionnya dan status sistem lainnya.

D. Cara Kerja GPS

Setiap daerah di atas permukaan bumi ini minimal terjangkau oleh 3-4 satelit.
Pada prakteknya, setiap GPS terbaru bisa menerima sampai dengan 12 chanel satelit
sekaligus. Kondisi langit yang cerah dan bebas dari halangan membuat GPS dapat dengan
mudah menangkap sinyal yang dikirimkan oleh satelit. Semakin banyak satelit yang
diterima oleh GPS, maka akurasi yang diberikan juga akan semakin tinggi.
Cara kerja GPS secara logik ada 5 langkah:
1. Memakai perhitungan “triangulation” dari satelit.
2. Untuk perhitungan “triangulation”, GPS mengukur jarak menggunakan travel time
sinyal radio.
3. Untuk mengukur travel time, GPS memerlukan memerlukan akurasi waktu yang
tinggi.
4. Untuk perhitungan jarak, kita harus tahu dengan pasti posisi satelit dan ketingian
pada orbitnya.
5. Terakhir harus menggoreksi delay sinyal waktu perjalanan di atmosfer sampai
diterima reciever.

Satelit GPS berputar mengelilingi bumi selama 12 jam di dalam orbit yang akurat
dia dan mengirimkan sinyal informasi ke bumi. GPS reciever mengambl informasi itu dan
dengan menggunakan perhitungan “triangulation” menghitung lokasi user dengan tepat.
GPS reciever membandingkan waktu sinyal di kiirim dengan waktu sinyal tersebut di terima.
Dari informasi itu didapat diketahui berapa jarak satelit. Dengan perhitungan jarak jarak
GPS reciever dapat melakukan perhitungan dan menentukan posisi user dan menampilkan
dalam peta elektronik.

Sebuah GPS reciever harus mengunci sinyal minimal tiga satelit untuk
memenghitung posisi 2D (latitude dan longitude) dan track pergerakan. Jika GPS reciever
dapat menerima empat atau lebih satelit, maka dapat menghitung posisi 3D (latitude,
longitude dan altitude). Jika sudah dapat menentukan posisi user, selanjutnya GPS dapat
menghitung informasi lain, seperti kecepatan, arah yang dituju, jalur, tujuan perjalanan,
jarak tujuan, matahari terbit dan matahari terbenam dan masih banyak lagi.
Satelit GPS dalam mengirim informasi waktu sangat presesi karena Satekit
tersebut memakai jam atom. Jam atom yang ada pada satelit jalam dengan partikel atom
yang di isolasi, sehingga dapat menghasilkan jam yang akurat dibandingkan dengan jam
biasa.
Perhitungan waktu yang akurat sangat menentukan akurasi perhitungan untuk
menentukan informasi lokasi kita. Selain itu semakin banyak sinyal satelit yang dapat
diterima maka akan semakin presesi data yang diterima karena ketiga satelit mengirim
pseudo-random code dan waktu yang sama.
Ketinggian itu menimbulkan keuntungan dalam mendukung proses kerja GPS,
bagi kita karena semakin tinggi maka semakin bersih atmosfer, sehingga gangguan
semakin sedikit dan orbit yang cocok dan perhitungan matematika yang cocok. Satelit
harus teptap pada posisi yang tepat sehingga stasiun di bumi harus terus memonitor setiap
pergerakan satelit, dengan bantuan radar yang presesi salalu di cek tentang altitude,
posision dan kecepatannya.

E. Bagaimana sinyal dapat menentukan lokasi
Apa hubungan antara sinyal yang dikirimkan oleh satelit dengan cara GPS
menentukan lokasi? Sinyal yang dikirimkan oleh satelit ke GPS akan digunakan untuk
menghitung waktu perjalanan (travel time). Waktu perjalanan ini sering juga disebut
sebagai Time of Arrival (TOA). Sesuai dengan prinsip fisika, bahwa untuk mengukur jarak
dapat diperoleh dari waktu dikalikan dengan cepat rambat sinyal.
Maka, jarak antara satelit dengan GPS juga dapat diperoleh dari prinsip fisika
tersebut. Setiap sinyal yang dikirimkan oleh satelit akan juga berisi informasi yang sangat
detail, seperti orbit satelit, waktu, dan hambatan di atmosfir. Satelit menggunakan jam
atom yang merupakan satuan waktu paling presisi.
Untuk dapat menentukan posisi dari sebuah GPS secara dua dimensi (jarak),
dibutuhkan minimal tiga buah satelit. Empat buah satelit akan dibutuhkan agar didapatkan
lokasi ketinggian (secara tiga dimensi). Setiap satelit akan memancarkan sinyal yang akan
diterima oleh GPS receiver. Sinyal ini akan dibutuhkan untuk menghitung jarak dari masingmasing
satelit ke GPS. Dari jarak tersebut, akan diperoleh jari-jari lingkaran jangkauan
setiap satelit. Lewat perhitungan matematika yang cukup rumit, interseksi (perpotongan)
setiap lingkaran jangkauan satelit tadi akan dapat digunakan untuk menentukan lokasi dari
GPS di permukaan bumi.

F. Manfaat GPS
Dengan menggunakan GPS, Anda dapat menandai semua lokasi yang pernah
Anda kunjungi. Misalnya, Hotel Mulia di waypoint sekian dan tempat-tempat lainnya.
Sebenarnya, ada banyak manfaat yang bisa diambil jika Anda mengetahui
waypoint dari suatu tempat. Pertama, Anda dapat memperkirakan jarak lokasi yang Anda
tuju dengan lokasi asal Anda. GPS keluaran terakhir dapat memperkirakan jarak Anda ke
tujuan, sampai estimasi lamanya perjalanan dengan kecepatan aktual yang sedang Anda
tempuh. Kedua, lokasi di daratan memang cukup mudah untuk dikenali dan diidentifikasi.
Namun, jika Anda kebetulan menemui tempat memancing yang sangat baik di tengah
lautan ataupun tempat melihat matahari terbenam yang baik di puncak gunung,
bagaimana cara menandai lokasi tersebut agar Anda dapat balik lagi ke lokasi itu di
kemudian hari tanpa tersesat? Di saat seperti inilah sebuah GPS akan menunjukkan
manfaatnya.
Dengan teknologi GPS dapat digunakan untuk beberapa keperluan sesuai
dengan tujuannya. GPS dapat digunakan oleh peneliti, olahragawan, petani, tentara, pilot,
petualang, pendaki, pengantar barang, pelaut, kurir, penebang pohon, pemadam
kebakaran dan orang dengan berbagai kepentingan untuk meningkatkan produktivitas,
keamanan, dan untuk kemudahan.
Dari beberapa pemakaiaa di atas dikategorikan menjadi:
7
􀂃 Lokasi
Digunakan untuk menentukan dimana lokasi suatu titik dipermukaan bumi berada.
􀂃 Navigasi
Membantu mencari lokasi suatu titik di bumi
􀂃 Tracking
Membantu untuk memonitoring pergerakan obyek
􀂃 Membantu memetakan posisi tertentu, dan perhitungan jaringan terdekat
􀂃 Timing
Dapat dijadikan dasar penentuan jam seluruh dunia, karena memakai jam atom
yang jauh lebih presesi di banding dengan jam biasa.
Tidak perduli posisi Anda, di tengah laut, di tengah hutan, di atas gunung,
ataupun di pusat kota. Selama GPS dapat menerima sinyal dari satelit secara langsung
tanpa halangan, maka GPS akan selalu memberikan informasi koordinat posisi Anda. GPS
membutuhkan area pandang yang bebas langsung ke langit. Halangan-halangan seperti
pohon, gedung, bahkan kaca film sekelas V-Kool, bisa mengurangi akurasi sinyal yang
diterima oleh GPS. Bahkan bukan tidak mungkin GPS tidak bisa menerima sinyal sama
sekali dari satelit. GPS juga memiliki feature tambahan yang mampu memberikan informasi
selama Anda di perjalanan, seperti kecepatan, lama perjalanan, jarak yang telah ditempuh,
waktu, dan masih banyak.

G. Model dan Interkoneksi GPS
Sebuah GPS juga memiliki firmware yang bisa di-upgrade. Upgrade firmware ini
biasanya disediakan pada site produsen GPS tersebut. Upgrade firmware biasanya
menggunakan kabel yang dibundel atau-pun tersedia sebagai asesoris. Kabel ini juga
ternyata bisa digunakan untuk menghubungkan GPS ke komputer (baik itu notebook, PC,
maupun PDA dengan sedikit bantuan konverter). Software GPS yang tersedia untuk
berbagai platform tersebut juga cukup banyak. Dengan software tersebut, Anda dapat
dengan mudah mendownload informasi dari GPS. Memori sebuah GPS memang relatif
terbatas, sehingga kemampuan ekstra untuk menyimpan informasi yang pernah Anda
tempuh ke PC/PDA (yang biasanya memiliki memori lebih besar) tentu akan sangat
menyenangkan. Untuk media komunikasi GPS dengan hardware lain selain kabel, model
GPS sekarang juga ada yang dilengkapi dengan Bluetooth, Infrared.
Berdasarkan fisik, model GPS dibagi menjadi beberapa tipe antara lain model
portable/handheld (ukurannya menyerupai ponsel), ada yang lebih besar (biasanya
8
dimount di mobil/kapal), ada pula yang meng-gunakan interface khusus untuk
dikoneksikan ke notebook maupun PDA (Palm, Pocket PC maupun Nokia Com-municator).
GPS untuk keperluan out- door biasanya juga dilengkapi dengan perlindungan
anti air dan tahan ben-turan. Beberapa GPS keluaran terakhir bahkan sudah menyediakan
layar warna dan kemampuan komunikasi radio jarak pendek (FRS/Family Radio Service).
Tentu saja, semakin banyak feature yang ditawarkan pada sebuah GPS maka
semakin tinggi pula harganya.
Jika suatu saat Anda ingin pergi ke lokasi yang pernah Anda kunjungi dengan
meng-gunakan GPS. Maka, Anda tinggal meng-upload data yang pernah Anda simpan di
komputer kembali ke GPS. Selanjutnya, Anda akan mendapatkan rekaman perjalanan Anda
terdahulu. Lokasi dan track yang pernah Anda kunjungi akan dapat Anda temui kembali
dengan cepat, dan tentu saja meminimalkan resiko tersesat.

Saturday, December 11, 2010

Detail measurement by GNSS and by TS

Detail measurement by GNSS

*Metode DGPS
*Metode rapid statik
*Metode Real Time Kinematik ( RTK )
-Koreksi via radio
-Koreksi via IP/internet
*Metode Real Time Kinematik ( RTK ) yaitu penentuan posisi titik-titik yang bergerak dengan minimal menggunakan 2 receiver GPS (base dan rover).
*Data yang diperoleh secara langsung akan dikoreksi ( Koreksi Diferensial ).
*Koreksi diferensial, yaitu koreksi yang dapat dieliminasi dan direduksi yang dikirimkan dengan menggunakan sistem komunikasi data tertentu secara real time.
*Koreksi diferensial meliputi :
- Koreksi jam satelit
- Koreksi jam receiver
- Koreksi kesalahan bias ionosfer dan troposfer

Detail measurement by TS
*Total Station (TS) merupakan sebuah alat elektronik yang bisa digunakan untuk mengukur sudut dan jarak, serta dilengkapi kemampuan perhitungan koordinat dan beberapa program aplikasi pengukuran dan pemetaan.

*Dengan kata lain: Total Station (TS) merupakan gabungan dari Theodolite dan Electronic Distance Meter (EDM) yang dilengkapi dengan micro-processor dan data-logger (storage).

Komponen TS
-Unit pengukur sudut elektronik (theodolite)
-Unit pengukur jarak elektronik (EDM)
-Unit pengumpul dan penyimpan data
-Unit pemroses data
-Prisma

Ketelitian Total Station
1. Ketelitian pada alat Total Station terdiri atas:
- Ketelitian ukuran sudut
Ketelitian ini biasanya selalu dituliskan pada nomor seri alat, besarnya berkisar pada nilai 1”, 2”, 3”, 5”, 6”, 7”, atau 10”
- Angka bacaan yang ada pada layar display, tidak menunjukkan ketelitian tersebut, karena alat juga mampu untuk menginterpolasi sampai dengan bacaan yang diinginkan (1”, 5” atau 10”)
Misal: DTM-352 (ketelitian 5”)
TCR-705 (ketelitian 5”)
NTS-325 (ketelitian 5”)
Set-610 (ketelitian 6”)
Trimbel M3 (ketelitian 3”)
GTS-229 (ketelitian 10”)


2. Ketelitian ukuran jarak
Tidak sebagaimana ketelitian sudut yang “disertakan” dalam nomor seri alat, ketelitian ini hanya diketahui dari “manual” alat.

Ketelitian ini menunjukkan kesalahan yang diijinkan selama proses pengukuran jarak di lapangan

Biasanya dinyatakan dalam amm + (bppm * Jarak)
misal: 2mm+3ppm*Jarak > 5mm dalam 1Km
2mm+2ppm*Jarak > 4mm dalam 1Km
10mm+10ppm*Jarak > 20mm dalam 1Km > prism-less

Jangkauan Pengukuran TS


Jangkauan pengukuran TS sangat dipengaruhi oleh:
- kekuatan GEM yang dipakai dan

- kemampuan target dalam memantulkan sinyal GEM.
+ Mini prisma > s.d. 1 Km
+ 1 prisma > s.d. 3 Km
+ 3 prisma > s.d. 4 Km
+ 9 prisma > s.d. 5 Km
+ Tanpa prisma > s.d 200-300 meter
untuk brand tertentu s.d. 1.2 Km

Pengukuran Titik Kontrol Pemetaan

Pengukuran Titik Kontrol Pemetaan


Ada 3 cara yang bisa dilakukan dalam pengukuran titik kontrol pemetaan dengan menggunakan pita ukur:
-Membuat rangkaian segitiga (jaring segitiga)
-Membuat garis basis
-Membuat garis pengikat


Pengukuran detil


Pada prinsipnya, pengukuran detil dapat ditentukan dari titik kerangka peta, dan dari titik pada sisi kerangka peta (garis ukur).
Secara umum ada tiga cara yang bisa digunakan:
- Penyikuan
Dengan prisma
Dengan pita ukur
- Pengikatan
Pada titik di sisi poligon
Pada titik ikat pemetaan
- Interpolasi

Detil Measurement

DETAIL MEASUREMENT


Peta merupakan penyajian gambaran objek atau fenomena (kondisi real) yang ada di permukaan bumi yang diproyeksikan pada bidang datar, dengan skala yang tertentu.
Untuk area yang luas, maka kelengkungan bumi harus diperhatikan, untuk itu diperlukan sistem proyeksi.
Sistem proyeksi akan “memaksa” bumi yang kondisinya berupa ellipsoid yang tidak teratur itu, menjadi sebuah bidang datar.
Tetapi untuk area yang hanya memiliki cakupan sempit, bumi bisa diasumsikan sebagai bidang datar.
Untuk dapat melakukan penggambaran objek atau fenomena diatas permukaan bumi, maka mutlak diperlukan pengukuran lapangan.
Pengukuran dilakukan dengan mempertimbangkan skala penyajian, yang juga menunjukkan tingkat kedetilan peta

Jenis-jenis Peta
Planimetric Maps
Hypsometric Maps
Topographic Maps

Planimetric Maps
- Hanya menyajikan kenampakan posisi horisontal dari objek
- Tidak menampilkan informasi dan kondisi topografisnya
- Menampilkan jarak-jarak horisontal yang sangat akurat
- Penyajiannya hanya pada bidang datar

Hypsometric Maps

- Menyajikan kondisi landscape atau relief suatu area pada permukaan bumi
- Biasanya disajikan dalam bentuk: Contours, Shading, Hachures, 3-D Grids

Topographic Maps
Merupakan gabungan dari elemen Planimetric and Hypsometric maps

Misleading and Confusing
1. Cakupan area sempit - skala besar - ketelitian tinggi - nilai toleransi kecil

2. Cakupan area luas - skala kecil - ketelitian rendah - nilai toleransi besar

Detail measurement by Tape
Dalam pengukuran detil dengan menggunakan pita ukur, secara umum tahapan yang dikerjakan sama dengan pengukuran detil dengan menggunakan instrumen yang lain (GPS, TS, Theodolite).
- Survey pendahuluan
- Pembuatan Sketsa area yang akan dipetakan
- Desain titik kontrol pemetaan
- Pengukuran titik kontrol pemetaan
- Pengukuran detil yang akan dipetakan
- Pencatatan data hasil pengukuran
- Editing dan lay-outing peta hasil

Garis Kontur

Garis Kontur

Garis kontur adalah garis yang menunjukkan tempat-tempat yang mempunyai ketinggian yang sama dari suatu bidang perantara. Pada gambar terlihat jenis-jenis dari garis contur.
Kecuraman (steepness)dari suatu lereng bisa ditentukan dari adanya interval contur dan jarak-jarak horizontal antara dua garis contur.

Skala Peta

Skala

Topografik map adalah representasi dari suatu daerah atau bagian dari bumi, jarak dari dua tempat yang diperlihatkan dipeta harus diketahui dengan suatu perbandingan yang tertentu dengan keadaan yang sesungguhnya. Dan perbandingan ini adalah merupakan skala dari peta. Missal :
a. 1 : 1000
b. 1 : 2000
c. 1 : 2500
a. 1 cm dipeta sama dengan 1000 cm dilapangan
b. 1 cm dipeta sama dengan 2000 cm dilapangan
c. 1 cm dipeta sama dengan 2500 cm dilapangan/

Pada pemilihan skala tergantung dari pada maksud dari peta yang dibuat, yaitu tergantung dari ketelitian jarak yang diukur dipeta yang digunakan dilapangan. Skala peta harus terlebih dahulu diketahui sebelum pekerjaan lapangan dikerjakan.

Friday, December 10, 2010

Pembuatan Peta Situasi

PEMBUATAN PETA SITUASI/TRANCHES


Peta Tranches adalah peta yang dilengkapi dengan garis-garis contour yang menunjukkan suatu tempat. Peta yang digunakan untuk pembangunan, proyek – proyek pengairan dan sebagainya, adalah peta tranches tersebut yang diperlengkapi dengan peta situasi, termasuk juga kedudukan bangunan-bangunan permanen. Ataupun bangunan-bangunan yang dibuat oleh manusia. Kita juga bisa mengatan bahwa kedudukan dari bangunan dimaksudkan sebagai planimetris, sedangkan cenfigurasi dari keadaan tanah dimaksudkan sebagai topografi.
Maksud dari pengukuran yang akan kita jalankan itu ialah untuk mengumpulkan data-data yang diperlukan untuk membuat suatu gambaran dari planimetrik dan topografis. Gambaran yang telah jadi kita namakan topografi map. Peta tersebut menunjukkan sekaligus jarak-jarak horizontal dan vertical dari suatu datum.
Dalam persiapan pembuatan peta topografi, kita perlikan pengukuran-pengukuran dilapangan termasuk penentuan titik-titik tetap, pekerjaan hitungan dan pengambaran.

Dalam pembuatan peta situasi ini memerlukan beberapa unsur penting. Skala, garis kontur, Judul Peta, Grid, dll

Friday, March 12, 2010

Tata Letak Peta

TATA LETAK PETA

Tata letak suatu peta (Map layout) merupakan pengaturan data spasial dari berbagai macam elemen PETA.
Untuk mengetahui maksud dari tata letak peta, beberapa definisi akan dijelaskan seperti berikut;
1. Muka peta (map face):
Suatu permukaan (kertas/film dis), dimana area yang akan dipetakan digambarkan di atasnya.
2. Garis tepi (neat line):
Suatu garis yang membatasi muka peta.
3. Garis batas luar / Kerangka / Frame (outer border):
Suatu garis (berbentuk dapat segi empat atau bujur sangkar) yang mengelilingi garis tepi (neatline).
4. Batas Informasi (border information):
Daerah di antara garis tepi dan garis batas luar (frame).
5. Keterangan Tepi (marginal information):
Suatu keterangan yang dicantumkan di daerah tepi peta, yang berisi informasi peta. Informasi Peta tersebut antara lain :
- Judul Peta
-Legenda
- Skala
- Arah utara
- diagram lokasi (peta indeks)
-Keterangan sejarah (misal sumber data, tahun pembuatan, pembuat peta, sistem proyeksi yang digunakan dan lain sebagainya).

Pemetaan BPN

PEMETAAN DI BPN
(BADAN PERTANAHAN NASIONAL)

1. MAKSUD PEMETAAN DI BPN

Calam rangka penyiapan pembuatan sertifikat tanah yang dilaksanakan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN), pei-lu adanya peta dasar yang dapat digunakan sebagai bahan dan sarana untuk pembuatan sertifikat. Demi menjamin kepastian hukum,peta dasar harus dibuat dengan teliti.
Untuk pembuatan peta dasar perlu adanya peta topografi yang digunakan sebagai dasar acuan. Peta topografi dapat dibuat melalui proses fotogrametri atau secara teristris, bahkan gabungan keduanya. Menggunakan peta topografi , pengukuran serta pendataan bidang-bidang di lapangan dapat diketahui pemilikan tanah, jumlah luasan dan posisi atau
Jetak pemilikan tanah. Mengingat pemilikan tanah, jumlah luasan dan letak pemilikan tanah tersebut akan dituangkan ke dalam sertifikat, maka peta dasar yang dibuat harus benar.

2. TUJUAN PEMETAAN Dl BPN adalah :
a. Supaya tercapai tertib hukum pertanahan.
b. Supaya tercapai tertib administrasi pertanahan.
c. Supaya tercapai tertib penggunaan tanah.
d. Supaya tercapai tertib pemeliharaan dan lingkungan hidup.

3. JENIS PETA BPN
3.1 Jenis Peta di Badan Pertanahan Nasional berdasarkan PMA no 6 tahun19^1.

Di Badan Pertanahan Nasional (BPN) ada beberapa jenis peta yang pemakaiannya disesuaikan dengan fungsinya, yaitu :
1. Peta Dasar Teknik.
2. Peta Kerja.
3. Peta Dasar. Pembuatan Peta tersebut di atas di atur dalam PMA no 6 tahun 1991.

3.1.1. PETA DASAR TEKNIK (menurut PMA no 6tahun 19
Peta Dasar Teknik adalah gambar dari titik-titik poligon (titik kontrol hasil ukuran di lapangan), yang dilengkapi dengan bangunan- bangunan penting, jalan, sungai yang digunakan untuk orientasi di lapangan. Pemetaan Titik Dasar Teknik dapat meliputi satu desa, J— Fa, dapat juga meliputi beberapa desa sekaligus.
Rancangan Peta Dasar Teknik (Berdasarkan PMA no 6 th'^1).
Ukuran / Format- peta:100 cm x 70 cm (atau 100 Cm x 100 Cm). Skala peta 1 : 5000.
Arah utara dinyatakan dengan anak panah berwarna biru. Pada peta dasar teknik memuat titik-titik polygon, batas-batas pemerintahan, jalan, sungai dan bangunan- bangunan penting yang bisa digunakan untuk orientasi.
- Titik-titik polygon dinyatakan dengan lingkaran hitam dengan garis tengah 3 mm, tergantung ketelitian dari titik tersebut dipeta dinyatakan lingkaran bergaris satu, dua atau penuh.
Sisi-sisi polygon yang diukur secara elektronik dinyatakan dengan garis hitam penuh, jika sisi poligon itu didapat dan meet band / ®@ay dinyatakan dengan garis hitam putus-putus.
Judul peta diletakkan pada bagian atas sebelah kanan ditulis "Peta Dasar Teknik",
(Untuk jelasnya lihat dan baca buku PMA no 6 Tahun 1961).

Monday, January 18, 2010

Spesialis GIS (SIG)

Bumi adalah planet rapuh dengan sumber daya terbatas. Sumber daya ini dibagi dengan meningkatkan jumlah orang. Hasil dari tempat tinggal kita bumi berarti berkurangnya satwa liar dan jenis tumbuhan sebagai manusia melanggar batas, memodifikasi dan menghancurkan domain. Untuk mengelola perubahan ini, kita perlu akurat dan up-to-date informasi yang akan membimbing tindakan dan kebijakan kami. Banyak dari informasi ini diperlukan dalam bentuk geografis, dalam kata lain, kita perlu untuk menjawab beberapa pertanyaan dasar seperti: Apa itu? Di mana? Seberapa besar itu? Bagaimana pengaruhnya terhadap orang-orang di sekitarnya? dll profesi survei telah menyediakan alat-alat seperti sistem informasi geografis dan posisi satelit, keterampilan, dan informasi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, dan masih banyak lagi tentang lingkungan fisik dari planet kita dan bagaimana mempengaruhi tindakan kita sekarang dan di depan.

Peta secara tradisional telah digunakan untuk menjelajahi bumi dan untuk mengeksploitasi sumber daya. Teknologi GIS, sebagai perluasan ilmu kartografi, telah meningkatkan efisiensi dan daya analitis pemetaan tradisional. Sekarang, sebagai komunitas ilmiah mengakui konsekuensi lingkungan dari aktivitas manusia, teknologi GIS menjadi alat penting dalam upaya untuk memahami proses perubahan global. Berbagai peta dan sumber informasi satelit dapat dikombinasikan dalam mode yang mensimulasikan interaksi sistem alam yang kompleks.

Melalui fungsi yang dikenal sebagai visualisasi, seorang GIS dapat digunakan untuk menghasilkan gambar - bukan hanya peta, namun gambar, animasi, dan produk kartografi lainnya. Gambar-gambar ini memungkinkan peneliti untuk melihat subyek mereka dengan cara yang benar-benar tidak pernah terlihat sebelumnya. Gambar sering sama-sama membantu dalam menyampaikan konsep-konsep teknis GIS subjek studi ke non-ilmuwan.

Kondisi permukaan bumi, atmosfer, dan di bawah permukaan dapat diperiksa oleh satelit makan data ke dalam GIS. Teknologi GIS peneliti memberikan kemampuan untuk memeriksa variasi dalam proses Bumi selama hari, bulan, dan tahun. Sebagai contoh, perubahan dalam vegetasi semangat melalui musim tanam dapat animasi untuk menentukan kapan kekeringan paling luas di daerah tertentu. Grafis yang dihasilkan, yang dikenal sebagai indeks vegetasi dinormalisasi, merupakan ukuran kasar kesehatan tanaman.

Lihat film berikut yang menampilkan contoh-contoh atas GIS berpikir seperti yang digambarkan di Distrik selama 2000 - 2001 musim. Movie (5:34 min) 55,5 MB.

My Favorites

buku tamu

Followers